Tampilkan postingan dengan label merawat motor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label merawat motor. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Juli 2012

[ Artikel ] Tips Merawat Saringan Udara Motor Kesayangan Anda


Sekadar mengingatkan, kebanyakan orang mungkin melupakan hal satu ini yaitu filter Udara, apalagi jika saringan udara itu terbuat dari kertas. Mereka berpikir dengan menggunakan filter udara berarti bebas perawatan, eit tunggu dulu, “Jika sudah terlampau lama tidak diganti, maka lapisan filter udara akan kelihatan kehitam-hitaman akibat kena kotoran-kotoran yang menempel.

Sebelum lanjut, perlu di ketahui dahulu apa sih fungsi filter udara untuk motor kita? ya filter udara adalah komponen yang berfungsi menyaring udara bebas dari luar yang akan masuk ke ruang pembakaran agar selalu dalam keadaan bersih.

Kemana larinya udara ini? Udara yang sudah disaring tadi kemudian menuju ke ruang pembakaran bersamaan dengan bahan bakar. Dengan bercampurnya udara dg bahan bakar, maka kedua zat ini berubah menjadi gas dan seterusnya menuju ke ruangan silinder.





Apabila udara yang masuk tadi bercampur dengan zat-zat padat dari luar, seperti debu, pasir atau kotoran-kotoran lainnya, maka tentunya akan berakibat fatal bagi kerja mesin motor, dimana akan berdampak piston, ring dan dinding silinder menjadi aus.

oleh sebab itu perlu adanya perawatan rutin untuk filter udara ini. Motor – motor produksi AHM yang menggunakan 2 jenis filter udara yaitu dari Busa dan kertas, dimana untuk yang menggunakan kertas perawatannya lebih mudah.

Untuk tipe motor yang masih menggunakan busa adalah motor Revo100, Tiger & Mega pro. untuk membersihkan / mencucinya sebaiknya menggunakan solar dan tidak dianjurkan mencuci filter dengan bensin.

Untuk tipe motor generasi Supra X125/Karisma karena bahannya terbuat dari kertas, maka untuk membersihkan filter/saringan udara dapat dilakukan dengan menyemprotnya dengan udara bersih kompresor.

sedangkan untuk beberapa tipe seperti Vario & BeAT TIDAK disarankan untuk di cuci atau bersihkan dengan angin kompresor atau bensin, untuk membersihkannya cukup dengan di lap dengan menggunakan kain bersih. kenapa? karena saringan udara tipe motor ini terbuat dari bahan khusus yang dilapisi dengan oli khusus, apabila di semprot dengan angin, maka kandungan olinya bisa hilang dan penyaringannya tidak sempurna.

Untuk perawatan lainnya adalah dengan MENGGANTI secara periodik saringan udara pada setiap 1 tahun 6 bulan atau 16.000 kilometer.

Harga HET saringan udara untuk motor Honda adalah sbb:

Tipe Motor Harga HET Tipe Supra X 125/Karisma/Revo110/Blade : Rp. 29.600,- Vario/BeAT : Rp. 42.500,- New Tiger : Rp. 53.100 Mega Pro : Rp. 29.000,- CS-1 : Rp. 40.000,-

Sumber http://www.ahass.org

Salam Hangat
Redaksi

Rabu, 04 Juli 2012


MUSIM hujan seperti saat ini,apalagi di Bogor yang seringkali dikenal dengan Kota Hujan. merawat motor harus ekstra keras, pasalnya kalau nggak dirawat bakalan cepet rusak. Untuk itu kita harus merawat motor dengan baik, kita harus pintar-pintar merawat motor karena jika kita lalai bisa-bisa akan membahayakan diri si pengendara.


Nah, bagi Anda yang masih bingung untuk merawat motor di musim hujan, berikut ini beberapa tips merawat motor di saat musim hujan :


1. Cuci motor 


Setelah motor digunakan berkendara di tengah guyuran hujan, sebaiknya Anda mencucinya. Meski tak punya banyak waktu, sebaiknya Anda sempatkan untuk mencucinya Meskipun hanya mengguyur seluruh bodi dan bagian-bagian penting lainnya


Selain untuk menjaga penampilan, mengguyur dan mengeringkan badan motor tersebut juga untuk mencegah timbulnya karat. 


2. Ban 


Setelah selesai menerobos genangan air hujan, sebaiknya Anda memeriksa tekanan air ban. Pastikan besaran tekanan itu sesuai dengan standar pabrikan.


Ban yang tekanan anginnya kurang dari standar, sangat rentan cepat aus. Pasalnya, dengan tekanan kurang, maka permukaan telapak ban yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan semakin banyak. 


Pada saat seperti itu, tarikan motor juga berat dan biasanya pengendara menarik tuas gas lebih kuat. “Akibatnya, gesekan pun semakin kuat. Di situlah ban cepat tipis atau gundul,” jelas Alex.


Selain menjaga tekanan angin, sebaiknya juga mencuci ban. Sikat bagian telapak dan dinding samping ban. Hal ini selain untuk menghilangkan unsur asam yang ada di air hujan, juga unsur lain seperti lumpur atau kotoran yang menempel di ban.


Beberapa kotoran seperti bekas deterjen, oli, minyak tanah, bensin, yang sebelumnya tumpah di jalan bisa terbawa atau berada di genangan air hujan. Unsur-unsur yang ada di zat itu memicu karet ban cepat getas.


3. Rantai


Bagian lain dari motor yang rawan bermasalah setelah dikendarai di tengah guyuran hujan adalah rantai. Terlebih motor yang tidak menggunakan tutup rantai. Air hujan yang bersifat asam memicu terjadinya karat pada peranti itu.


Pada sisi lain, setelah melibas lubang yang tertutup genangan air hujan, rantai juga kendur. Oleh karena itu, kencangkan setelan rantai sesuai dengan standar. Kemudian lumasi rantai dengan grease. 


“Sebaiknya menggunakan pelumas grease karena selain tidak menyiprat, juga awet, meski terguyur hujan,” saran Alex.


Kendurnya rantai juga memicu gigi gir cepat tumpul atau patah. Sebab, ketika pengendara menarik tuas, rantai seolah dientak ke gir.


4. Kanvas rem dan piston cakram rem


Kanvas rem terbuat dari bahan asbes. Bahan tersebut bila banyak terkena air akan menggelembung dan mengeras pada saat kering. 


Akibatnya, rem terasa keras pada saat pedal rem diinjak atau bahkan muncul suara mendecit atau suara keras lainnya. “Oleh karena itu, setelah motor dicuci dan dibersihkan, jalankan motor dan sering-sering menginjak pedal rem agar kanvas benar-benar kering,” kata Alex.


Begitu pun dengan rem cakram di roda depan. Rem cakram bersifat terbuka. Padahal saat dipacu kencang di tengah guyuran hujan, kotoran menempel pada kanvas rem maupun piston.


Bila itu terjadi, maka kinerja dua komponen itu tidak akan optimal. Oleh karena itu, sangat disarankan membersihkan keduanya dari kotoran setelah digunakan di tengah guyuran hujan. “Anda membersihkannya dengan tiupan angin bertekanan tinggi,” jelas Alex.


5. Busi


Setelah motor selesai digunakan, sebaiknya Anda mencabut cop atau karet penutup busi kemudian tiup dan lap dengan air bersih. Begitu pula dengan kabel busi serta businya.


Bersihkan bagian elektroda atau sumbu yang terletak di bagian bonggol busi. “Membersihkan elektroda tidak harus saban hari setelah motor digunakan, tetapi membersihkan cop dan kabel harus tiap hari,” ucap Alex.


6. Kotak saringan udara


Udara merupakan unsur penting untuk pembakaran bahan bakar di ruang bakar mesin. Bila peranti ini basah karena air hujan masuk atau merembes ke dalamnya, maka udara akan bercampur embun. 


Akibatnya, pembakaran pun tak sempurna dan motor mogok. Oleh karena itu, bersihkan dan keringkan perangkat itu bila motor telah digunakan di tengah guyuran hujan. “Bagi motor yang dilternya dilepas, sebaiknya dipasang kembali,” saran Alex.


7. Knalpot


Pada umumnya, bagian dalam knalpot dan leher knalpot akan keropos bila banyak kotoran menempel di bagian itu. Terlebih bila kotoran tersebut bercampur dengan air hujan.


Oleh sebab itu, bila motor telah melibas genangan air hujan atau banjir dan air hujan masuk knalpot, sebaiknya air dikeluarkan. Setelah motor dicuci bersih, panasi mesin. Setelah itu, semprotkan oli ke dalam bagian knalpot dan olisi bagian leher knalpot dengan grease. Kemudian panasi lagi mesin motor sekitar 5 menit.


8. Jari-jari roda


Gunakan lap bersih untuk mengkeringkan jari-jari roda yang kebasahan. Bila tidak, jari-jari pada velg motor akan keropos. Keropos pada velg memang tidak tampak di luar, tapi terjadi di dalam velg.


9.Rem Depan / Belakang


Seringkali rem akan bunyi apabila basah terkena air, amplas kanvas rem dan tromol agar rem lebih pakem dan menghindari bunyi.


10.Kabel Body
Hindari kabel body dan socketnya dari air karena bisa mengakibatkan konslet sehingga bisa merusak komponen kelistrikan.


Mudah - mudahan hal di atas bisa diperhatikan, sehingga umur sepeda motor anda bisa lebih lama.