Tampilkan postingan dengan label warga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label warga. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Mei 2015

[ Artikel ] Jelang Ramadhan Kapolres Ajak Warga Bogor Tetap Tertib

Heibogor.com – Kepala Polres Bogor, AKBP Suyudi Ario Seto mengajak masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibnas), khususnya saat bulan suci Ramadan 1436 Hijriah.
"Kami harap warga tetap mampu menjaga kamtibmas agar tidak menodai dengan kegiatan yang bisa mengganggu kenyamanan bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa," kata Kapolres kepada heibogor.com, Selasa (26/05/15).
Menurutnya, seruan berupa ajakan tersebut bukan berarti kondisi kamtibmas di Bogor tidak kondusif, namun seruan ini untuk kembali mengingatkan sebagai bentuk penghormatan kepada umat Muslim yang saat ini menjalankan ibadah di bulan Ramadhan.
Kapolres mengatakan, guna terciptanya Kabupaten Bogor yang semakin aman, damai dan tentram maka semua umat beragama harus saling menghargai untuk memupuk rasa kebersamaan, solidaritas dan sinergitas agar dalam pelaksanaan ibadah ini tetap berjalan lancar.
“Polres Bogor akan melakukan operasi premanisme, balapan liar, tempat hiburan malam, prostitusi, tawuran remaja, geng motor, minuman keras atau alkohol hingga petasan,” katanya.
Ia mengatakan, masyarakat hendaknya memanfaatkan bulan Ramadhan untuk meningkatkan hubungan vertikal kepada Allah SWT dan memperbaiki hubungan sesama umat. Ia menambahkan, jajaran Polres Bogor telah melakukan penertiban khususnya peredaran minuman keras dalam rangka cipta kondisi menyambut datangnya bulan suci Ramadha
“Peredaran miras menjadi perhatian kami selama bulan Ramadhan. Ini sangat penting untuk terus ditingkatkan agar pelaksanaan Ramadhan tahun ini tidak dinodai dengan kegiatan yang tidak bermanfaat,” katanya.
Karena itu, kata dia, para pedagang miras agar patuh dan taat untuk tidak menjual barang haram tersebut karena penjualan miras di bulan Ramadhan sangat berpotensi menimbulkan persoalan di masyarakat.
Demikian pula kepada para pedagang petasan berdaya ledak tinggi agar berhenti menjual barang dagangannya karena petasan semacam itu sangat berbahaya dan sangat mengganggu apabila petasan diledakkan saat umat Muslim yang menjalankan ibadah.
“Jika ada yang menjual petasan berbahaya maka aparat kami tidak akan segan-segan untuk menyitanya. Makanya, sebelum berurusan aparat polisi maka pedagang hendaknya tak lagi menjual petasan tersebut,” imbau Suyudi.

Senin, 06 April 2015

[ News ] Ramai BC Begal, Polresta Himbau Agar Warga Tak Mudah Tertipu

Heibogor.com - Ramainya kasus begal di wilayah Kota Bogor dimanfaatkan orang yang tak bertanggung jawab dengan menyebarkan pesan broadcast (BC) yang menyatakan peristiwa-peristiwa pembegalan. Misalnya saja broadcast terkait pembegalan di Sempur, Bogor Tengah pada Minggu (05/04/15).
Kepolisian Polres Bogor Kota (Polresta) menyatakan bahwa broadcast tersebut tidak benar dan mengimbau agar masyarakat waspada dengan penyebaran berita yang merugikan tersebut.
Broadcast semalam memang tidak benar, dan tidak ada pembegalan," ujar Kasubag Humas Polres Bogor Kota AKP Diana Sulistiowati, Senin (06/04/15).
Diana mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah tertipu dengan broadcast dari pihak yang tidak bertanggung jawab karena broadcast mengenai begal palsu yang beredar merugikan masyarakat Kota Bogor.
“Kalau untuk broadcast boleh saja untuk informasi, tapi jangan langsung diterima begitu saja, bolehlah dicek dulu ke pihak kepolisian benar atau enggaknya," kata AKP Diana.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan patroli setiap saat untuk mengantisipasi aksi pembegalan di wilayah Kota Bogor. “Kita terus melakukan patroli dari masing-masing polsek, kita selalu siaga," jelasnya.

Kamis, 12 Februari 2015

[ Artikel ] Layanan Pengaduan Kota Bogor

Heibogor.com – Meski sudah banyak menampung aspirasi, kritik dan saran namun sebagian warga Kota Bogor meminta layananan pengaduan masyarakat online disosialisasikan secara menyeluruh ke enam kecamatan di Kota Hujan.
Sebab, masih banyak masyarakat yang berada di daerah perbatasan yang belum mengetahui layanan pengaduan online yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Salah satunya Ningsih Ratna (28) warga Cipaku, Bogor Selatan yang mengaku tidak tahu cara kerja layanan pengaduan online yang diberlakukan Pemkot Bogor. Meski dirasa memudahkan, bagi ibu rumah tangga itu sistem online masih sulit karena tidak seluruh warga mengerti.”Masalah warga itu banyak, tapi kadang bingung mau lapor kemana, paling mentok ke RT,” jelasnya, Jumat (13/02/15)

Namun ia menyambut baik upaya Pemkot untuk mendengar seluruh keluhan warga. Hanya saja, ia khawatir warga yang mengadu hanya yang berada di pusat kota.
Dia meminta agar warag masyarakat golongan ke bawah juga harus mengetahui caranya. ”Kami juga ingin tahu bagaimana caranya, harus menghubunginya seperti apa,” kata dia.
Sementara, Dani, warga Bondongan berharap pemkot dapat segera menyosialisasikan program layanan tersebut agar benar-benar berfungsi dengan baik. ”Bagaimana mekanisme penerimaannya, karena pasti yang mengadu banyak sekali dan dari jam berapa ke jam berapa?,” ungkapnya.

Selain itu, dia juga meminta agar layanan masyarakat seperti itu tidak memerlukan biaya pulsa atau gratis. Dengan demikian warga tanpa ragu bisa langsung mengadu atau menyalurkan aspirasinya untuk Kota Bogor.
Sebelumnya, Pemkot Bogor secara resmi meluncurkan SMS pengaduan dan call center yang disediakan Kantor Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Bogor di Plaza Balai Kota Bogor, Kamis (15/01/15).

Kominfo Kota Bogor menyediakan layanan pengaduan SMS ke nomor 08118500411 dengan format (Nama#Alamat#Pesan). Sedangkan untuk call center, warga Kota Bogor dapat menghubungi 1500411. Untuk akun twitter, Kominfo meluncurkan akun @aspirasi_kotabogor dan website aspirasi@kotabogor.go.id