Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Juni 2015

[ Artikel ] Bulan Puasa, Car Free Day Ditiadakan

Sumber : Heibogor.com - Selama bulan suci Ramadhan 1436 H terhitung sejak 18 Juni hingga 17 Juli mendatang, kawasan car free day di Kota Bogor tidak diberlakukan.
Seperti dikutip dari akun twitter resmi Polres Bogor Kota @PolresBogorKota, Jumat (19/06/15), bahwa disebutkan kawasan car free day di ruas Jalan Jalak Harupat dan Jalak Salak, Bogor Tengah tidak diberlakukan.
“Selama Bulan Ramadhan, Kawasan Car Free Day Kota Bogor di Jl. Jalak Harupat-Jl. Salak (Sempur) Tidak Diberlakukan,” demikian informasi dari akun twitter Polres Bogor Kota yang diposting pukul 11.26 WIB sebagaimana dikutip heibogor.com.
Seperti diketahui, kedua ruas jalan tersebut setiap Minggu mulai pukul 06.00-09.00 WIB diberlakukan kawasan Car Free Day oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sejak beberapa tahun lalu.
Semua jenis kendaraan bermotor tidak diperbolehkan melintas di kedua ruas jalan ini. Semua arus kendaraan yang akan melintas di Jalan Jalak Harupat dan Jalak Salak dialihkan ke sejumlah rute alternatif, ini termasuk juga berlaku untuk angkutan kota (angkot).

Selasa, 26 Mei 2015

[ Artikel ] Jelang Ramadhan Kapolres Ajak Warga Bogor Tetap Tertib

Heibogor.com – Kepala Polres Bogor, AKBP Suyudi Ario Seto mengajak masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibnas), khususnya saat bulan suci Ramadan 1436 Hijriah.
"Kami harap warga tetap mampu menjaga kamtibmas agar tidak menodai dengan kegiatan yang bisa mengganggu kenyamanan bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa," kata Kapolres kepada heibogor.com, Selasa (26/05/15).
Menurutnya, seruan berupa ajakan tersebut bukan berarti kondisi kamtibmas di Bogor tidak kondusif, namun seruan ini untuk kembali mengingatkan sebagai bentuk penghormatan kepada umat Muslim yang saat ini menjalankan ibadah di bulan Ramadhan.
Kapolres mengatakan, guna terciptanya Kabupaten Bogor yang semakin aman, damai dan tentram maka semua umat beragama harus saling menghargai untuk memupuk rasa kebersamaan, solidaritas dan sinergitas agar dalam pelaksanaan ibadah ini tetap berjalan lancar.
“Polres Bogor akan melakukan operasi premanisme, balapan liar, tempat hiburan malam, prostitusi, tawuran remaja, geng motor, minuman keras atau alkohol hingga petasan,” katanya.
Ia mengatakan, masyarakat hendaknya memanfaatkan bulan Ramadhan untuk meningkatkan hubungan vertikal kepada Allah SWT dan memperbaiki hubungan sesama umat. Ia menambahkan, jajaran Polres Bogor telah melakukan penertiban khususnya peredaran minuman keras dalam rangka cipta kondisi menyambut datangnya bulan suci Ramadha
“Peredaran miras menjadi perhatian kami selama bulan Ramadhan. Ini sangat penting untuk terus ditingkatkan agar pelaksanaan Ramadhan tahun ini tidak dinodai dengan kegiatan yang tidak bermanfaat,” katanya.
Karena itu, kata dia, para pedagang miras agar patuh dan taat untuk tidak menjual barang haram tersebut karena penjualan miras di bulan Ramadhan sangat berpotensi menimbulkan persoalan di masyarakat.
Demikian pula kepada para pedagang petasan berdaya ledak tinggi agar berhenti menjual barang dagangannya karena petasan semacam itu sangat berbahaya dan sangat mengganggu apabila petasan diledakkan saat umat Muslim yang menjalankan ibadah.
“Jika ada yang menjual petasan berbahaya maka aparat kami tidak akan segan-segan untuk menyitanya. Makanya, sebelum berurusan aparat polisi maka pedagang hendaknya tak lagi menjual petasan tersebut,” imbau Suyudi.

Senin, 20 April 2015

[ Artikel ] Dalam 3 Bulan, Kecelakaan Lalin memakan Puluhan Korban

Heibogor.com - Sedikitnya 95 orang meninggal dunia dalam 131 kasus kecelakaan lalu lintas, yang terjadi di wilayah Kabupaten Bogor dalam jangka waktu 3 bulan terakhir. Hal tersebut diketahui dari catatan data yang dimiliki Polres Bogor, dari mulai bulan Januari hingga bulan Maret 2015.
Pada bulan Januari saja, terjadi kasus kecelakaan lalu lintas sebanyak 46 kasus. Tertinggi kasus lakalantas terjadi pada bulan Februari sebanyak 47 kasus, sedangkan pada bulan maret turun menjadi 38 kasus kecelakaan lalu lintas.
"Dari segi kasus jumlah terbanyak pada bulan Februari dengan 47 kasus, lalu Januari 46 kasus dan bulan Maret turun menjadi 38 kasus," beber Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Kanitlakalantas) Polres Bogor Ipda Asep Saepudin kepada heibogor.com.
Asep menjelaskan dari sejumlah kecelakaan yang terjadi, hampir rata-rata kecelakaan lalu lintas tersebut masuk dalam kategori berat, dan hanya 9 kasus yang masuk kategori sedang. Sementara faktor kecelakaan sendiri disebabkan oleh berbagai faktor.
"Dari sejumlah kasus tidak semua dilanjutkan atau diteruskan ke ranah hukum dan penyelidikan, karena dalam lakalantas tidak semua orang penyebab kecelakaan ditetapkan sebagai tersangka." tukasnya.

Senin, 06 April 2015

[ News ] Ramai BC Begal, Polresta Himbau Agar Warga Tak Mudah Tertipu

Heibogor.com - Ramainya kasus begal di wilayah Kota Bogor dimanfaatkan orang yang tak bertanggung jawab dengan menyebarkan pesan broadcast (BC) yang menyatakan peristiwa-peristiwa pembegalan. Misalnya saja broadcast terkait pembegalan di Sempur, Bogor Tengah pada Minggu (05/04/15).
Kepolisian Polres Bogor Kota (Polresta) menyatakan bahwa broadcast tersebut tidak benar dan mengimbau agar masyarakat waspada dengan penyebaran berita yang merugikan tersebut.
Broadcast semalam memang tidak benar, dan tidak ada pembegalan," ujar Kasubag Humas Polres Bogor Kota AKP Diana Sulistiowati, Senin (06/04/15).
Diana mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah tertipu dengan broadcast dari pihak yang tidak bertanggung jawab karena broadcast mengenai begal palsu yang beredar merugikan masyarakat Kota Bogor.
“Kalau untuk broadcast boleh saja untuk informasi, tapi jangan langsung diterima begitu saja, bolehlah dicek dulu ke pihak kepolisian benar atau enggaknya," kata AKP Diana.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan patroli setiap saat untuk mengantisipasi aksi pembegalan di wilayah Kota Bogor. “Kita terus melakukan patroli dari masing-masing polsek, kita selalu siaga," jelasnya.

Senin, 23 Maret 2015

[ Artikel ] Indonesia Belum Sadar Ancaman Bersepeda Motor Jika Tidak Mementingkan Keselamatan


Jakarta, KompasOtomotif - Mengendarai sepeda motor tanpa helm, belok tidak menyalakan sein, memutar di tengah jalan, melawan arah, bermain ponsel sambil jalan, atau memacu kendaraan hingga kecepatan tinggi di jalan raya, merupakan "budaya" yang dianggap biasa oleh biker di Indonesia. Padahal, perilaku-perilaku tidak bertanggung jawab ini merupakan pemicu maut di jalan. Lebih parahnya lagi, mayoritas dari biker tidak menyadari hal tersebut.
Pada 2010, lebih dari 285.000 orang meninggal dunia dalam kecelakaan di seluruh dunia. Di Indonesia, hampir 11.000 pengendara sepeda motor kecelakaan dan kehilangan nyawa. Jumlah ini setara dengan sepertiga dari seluruh pengendara sepeda motor. 
Angka ini relatif sangat tinggi dan merupakan masalah yang harus diselesaikan. Baru-baru ini, Bosch di Indonesia juga melakukan riset mengenai keselamatan berkendara sepeda motor, dengan menargetkan pengendara sepeda motor sebagai responden. 

Salah satu hasil riset yang menarik adalah, walaupun angka kematian akibat kecelakaan sangat tinggi, hanya satu persen dari responden yang merasa tidak aman selama berkendara. “Hasil ini menunjukkan bahwa masyarakat kurang memahami bahaya mengendarai sepeda motor di Indonesia," beber Nazari Mohd Jemadi, Senior Manager Sales of Original Equipment Bosch Indonesia, dalam keterangan resminya, Senin (23/3/2015), petang.
Nazari menjelaskan, angka ini menambahkan sederetan alasan lain mengapa sepeda motor harus didesain agar lebih aman daripada sebelumnya. "Di Bosch, kami memiliki tim Penelitian dan Pengembangan yang bekerja untuk meningkatkan keamanan produk-produk kami,” tukas Nazari.

ABS
Bosch melihat adanya kesempatan untuk mengurangi jumlah kecelakaan di Indonesia melalui penggunaan Anti-lock Braking System (ABS) untuk sepeda motor. Dari hasil analisa berbagai kecelakaan, Bosch percaya bahwa ABS dapat menurunkan 25 persen dari seluruh kecelakaan sepeda motor yang serius dan fatal. 
“Bila terjadi pengereman mendadak atau pada permukaan yang licin, ABS akan tetap menjaga sepeda motor tetap stabil dan mengurangi jarak pengereman. Sepeda motor akan berhenti dengan cara yang jauh lebih aman,” ungkap Nazari.

[ Artikel ] Antisipasi Curanmor, Polsek Bogor Timur sering Gelar Razia

Heibogor.com - Puluhan pengendara sepeda motor, Senin (23/03/15), terjaring dalam operasi yang dilakukan jajaran Polsek Bogor Timur. Dalam operasi yang dipimpin langsung Kapolsek Kompol Wasino ini, dengan sasaran utama atau skala prioritas pada kejahatan dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). 

”Operasi ini memang rutin kita laksanakan di wilayah hukum Bogor Timur, tapi ini sifatnya memang insidentil,” kata Wasino kepada heibogor.com. Wasino menyebutkan, dari hasil operasi kali ini bahwa petugas menindak sebanyak 46 pengendara sepeda motor yang langsung dilakukan penilangan. 
”Para pelanggar ini melakukan ragam pelanggaran seperti tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), tidak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan kelengkapan dalam berkendara lainnya,” papar Wasino. 
Bahkan, masih kata Kapolsek, dari operasi itu pun Polsek Bogor Timur juga berhasil mengamankan sebanyak enam unit sepeda motor yang tidak dilengkapi dengan surat-surat.  ”Motor-motor ini kita amankan sementara di sini. Tapi, biasanya kalau terindikasi curanmor akan langsung ditindak lanjuti bagian Reserse dan Kriminal (Reskrim),” jelas Wasino. - 

Minggu, 01 Maret 2015

[ Artikel ] BBM Jenis Premium Naik Lagi..

Heibogor.com - Terhitung mulai 1 Maret 2015 pukul 00.00 WIB, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis premium sebesar Rp 200 per liternya atau menjadi Rp 6.900 per liter dari yang sebelumnya Rp 6.700.

Seperti dikutip dari kompas.com, Wakil Presiden Komunikasi PT Pertamina (Persero) Ali Mundakir di Jakarta, Sabtu (28/2/2015) mengungkapkan, penetapan harga baru BBM jenis premium itu berlaku di Pulau Jawa dan Bali.

"Pertamina menetapkan harga baru BBM jenis premium di Jawa-Bali dari semula Rp 6.700 menjadi Rp 6.900 per liter mulai 1 Maret 2015 pukul 00.00 WIB," ujarnya.

Menurut Ali, sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 bahwa premium tidak lagi disubsidi. Penetapannya dibagi menjadi dua, yakni oleh pemerintah untuk premium penugasan di luar Jawa-Bali, dan PT Pertamina untuk premium umum di Jawa-Bali. Sementara, solar dan minyak tanah tetap barang subsidi yang harganya ditetapkan pemerintah.

“Kenaikan harga premium kali ini disebabkan kenaikan harga minyak di pasar Singapura (MOPS) sepanjang Februari 2015," katanya.

Siaran pers Kementerian ESDM di Jakarta menyebutkan, harga premium penugasan di luar Pulau Jawa, Madura, dan Bali yang per 1 Februari 2015 ditetapkan sebesar Rp 6.600, naik menjadi Rp 6.800 per liter mulai 1 Maret 2015.

"Sementara harga BBM jenis lainnya, yakni minyak tanah dan solar bersubsidi diputuskan tetap," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM Saleh Abdurrahman.


Dengan demikian, menurutnya, harga minyak tanah dan solar subsidi masing-masing tetap Rp 2.500 dan Rp 6.400 per liternya. 

Selasa, 17 Februari 2015

[ Artikel ] Curanmor Tertangkap di Megamendung


Heibogor.com - Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polsek Megamendung, berhasil membekuk pelaku pencurian kendaraan bermotor. Penangkapan tersebut berdasarkan laporan masyarakat, lantaran banyaknya kehilangan sepeda motor di wilayah hukum Megamendung.


Berdasarkan keterangan petugas, pelaku kerap beraksi di wilayah Bogor Kota, Megamendung, dan Cisarua. Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan 3 unit sepeda motor hasil curian, serta kunci letter T yang digunakan pelaku untuk membobol kendaraan incarannya.

Pelaku yang berhasil dicokok polisi tersebut di antaranya adalah Hendrik Sukiawan (28) warga Kampung Cihanjawar, Sukagalih, Megamendung. Dari hasil penyelidikan petugas, Hendrik merupakan anggota sindikat pencurian kendaraan roda dua.
Kepada wartawan, pelaku mengaku baru satu kali melakukan tindak pidana tersebut, dengan alasan kebutuhan ekonomi. Namun, sudah setahun membeli kendaraan hasil curian dari seseorang, yang kini dalam incaran petugas.

“Saya baru sekali nyuri, kalau beli motor hasil curian dari temen saya udah sering hampir setahun belakangan,” katanya kepada wartawan, Senin (16/02/15).

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Megamendung Ipda Tri Lesmana mengatakan, pelaku ditangkap di tempat kostnya di Desa Sukamanah.

“Dari hasil penyelidikan, ada nama lain yang merupakan sindikat juga yang kerap beraksi di Megamendung,” ungkap Ipda Tri Lesmana.

Lebih lanjut, ia menjelaskan kasus ini masih dalam pengembangan untuk menangkap pelaku-pelaku lainnya yang sudah dikantongi identitasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, Hendrik kini mendekam di jeruji besi Mapolsek Megamendung. “Kita akan terus kembangkan, pelaku dijerat pasal 363 KUHP, minimal 5 tahun penjara,” pungkasnya.

Selasa, 03 Februari 2015

[ Artikel ] Tertib Berlalu lintas, Kurangi Angka Kecelakaan


Heibogor.com - Untuk mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas (KLL) di wilayah hukum Polres Bogor, Satuan Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) Polres Bogor setiap pagi rutin melakukan imbauan kepada masyarakat, melalui saluran media yang ada di Bogor.

Dikatakan Kanit Laka Lantas Polres Bogor, Inspektur Dua (Ipda) Asep Saepudin, setiap paginya, setelah selesai melakukan kegiatan pelayanan pengaturan lalu lintas, pihaknya juga melakukan kegiatan kawasan tertib lalu lintas (KTL), yakni penertiban serta pemeriksaan surat-surat kendaraan bermotor.

“Penertiban tersebut bisa mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas karena kecelakaan lalu lintas diawali dengan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh pengemudi,” ungkap Asep kepada heibogor.com, Selasa (03/02/15).

Dilanjutkan perwira tersebut, beragam faktor penyebab kecelakaan lalu lintas di antaranya, faktor jalan, kendaraan, dan juga faktor manusia, “Kemudian infrastruktur juga salah satu penyebab, apalagi saat ini sering terjadi hujan dan jalanan banyak yang rusak,” ujarnya.
Untuk itu, lanjut Asep, jajaran Satlantas Polres Bogor Unit Laka Lantas mengimbau agar para pengguna jalan tetap menjaga keselamatan diri dan saling menghormati sesama pengguna jalan.
“Sesuai dengan slogan pemerintah menuju Indonesia tertib bersatu keselamatan nomor satu," tutupnya.

Jumat, 28 November 2014

[ Artikel ] Rawan nya Pohon Tumbang Saat Hujan

Heibogor.com - Berdasarkan catatan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bogor, terdapat 212 pohon yang sudah masuk kategori rawan tumbang. Sehingga, harus segera dilakukan penebangan atau pemangkasan.

Seperti disebutkan Kepala DKP Kota Bogor, Irwan Riyanto, Jumat (28/11/14), dari jumlah tersebut bahkan seratus pohon lainnya masuk kategori yang mesti ditebang lantaran kondisinya yang sudah rapuh.


”Untuk pohon yang harus ditebang ini ada sebanyak seratus pohon, dan itu tersebar di seluruh wilayah Kota Bogor. Saat ini memang kita kekurangan petugas di bidang penebangan pohon itu, dan dalam satu hari DKP hanya mampu menebang satu pohon saja,” ungkap Irwan.

Ratusan pohon-pohon ini, katanya, tersebar di lima wilayah kecamatan. Untuk Kecamatan Bogor Tengah, pohon-pohon yang rawan ini ada di Jalan Sudirman, Tentara Pelajar, Ciwaringin, dan Jalan Juanda.
Sementara, untuk wilayah Kecamatan Tanah Sareal tersebar di Jalan Ahmad Yani, Dadali, Pemuda, Sholeh Iskandar, dan Jalan Kesehatan.

Sedangkan untuk wilayah Kecamatan Bogor Barat tersebar di Jalan Semeru dan sekitar kawasan Cifor. Untuk wilayah Kecamatan Bogor Selatan menyebar di Jalan Pahlawan, Sukasari, Batutulis, Lawang Gintung, dan Jalan Raya Tajur.
”Kita memang terus melakukan penebangan maupun pemangkasan pohon sesuai data-data yang sudah dimiliki DKP. Selain itu, kita juga harus melayani permintaan warga yang meminta adanya pemangkasan maupun penebangan pohon,” paparnya.

Dengan jumlah personel yang ada saat ini, terang Irwan, pihaknya memang kesulitan. ”Namun, kami akan terus berusaha agar pohon-pohon yang masuk ke dalam daftar harus ditebang dan dipangkas bisa segera dieksekusi,” tandasnya.

Ke depannya, lanjut Irwan, DKP memang berencana akan menambah petugas khusus untuk melakukan penebangan pohon dan menambah petugas dengan sistem outsourcing.
”Nantinya, kami akan menandai pohon-pohon yang rawan untuk program eksekusi penebangan dan pemangkasan. Untuk pohon yang akan ditebang nantinya akan diberi warna merah, dan putih untuk pohon yang akan dipangkas,” bebernya.

sumber : heibogor.com