Tampilkan postingan dengan label jalan raya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan raya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Oktober 2015

Waspada Pada Area Blind Spot Saat Berkendara

Blind spot adalah area di sekitar kita yang tidak dapat terlihat pada saat kita berkendara. Hal ini salah satunya bisa disebabkan karena batasan pandangan cermin/kaca spion.
Ukuran motor yang lebih kecil dari mobil membuat bidang blind spot menjadi potensi bahaya yang lebih besar. Padahal yang terjadi di jalanan, motor selalu memanfaatkan celah menyusup untuk menyusul, sering terjadi kecelakaan, motor terjepit atau terserempet mobil yang kebetulan akan berbelok. Maka sebab itu, jangan sampai bro/sis jadi korban blind spot tersebut.
Untuk mencengahnya usahakan untuk segera keluar dari area blind spot. Area ini terdapat di sekitar satu meter jaraknya dari badan mobil/truk/bus, tepat sejajar dengan pengemudi, karena besar kemungkinan si pengendara tidak melihat keberadaan bro/sis. Cara lainnya, bunyikan klakson saat mendahului mobil/truk/bus agar pengemudi mengetahui bro/sis berada di dekatnya. Jangan pernah beranggapan bahwa pengemudi mengetahui keberadaan bro/sis.

Senin, 20 April 2015

[ Artikel ] Dalam 3 Bulan, Kecelakaan Lalin memakan Puluhan Korban

Heibogor.com - Sedikitnya 95 orang meninggal dunia dalam 131 kasus kecelakaan lalu lintas, yang terjadi di wilayah Kabupaten Bogor dalam jangka waktu 3 bulan terakhir. Hal tersebut diketahui dari catatan data yang dimiliki Polres Bogor, dari mulai bulan Januari hingga bulan Maret 2015.
Pada bulan Januari saja, terjadi kasus kecelakaan lalu lintas sebanyak 46 kasus. Tertinggi kasus lakalantas terjadi pada bulan Februari sebanyak 47 kasus, sedangkan pada bulan maret turun menjadi 38 kasus kecelakaan lalu lintas.
"Dari segi kasus jumlah terbanyak pada bulan Februari dengan 47 kasus, lalu Januari 46 kasus dan bulan Maret turun menjadi 38 kasus," beber Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Kanitlakalantas) Polres Bogor Ipda Asep Saepudin kepada heibogor.com.
Asep menjelaskan dari sejumlah kecelakaan yang terjadi, hampir rata-rata kecelakaan lalu lintas tersebut masuk dalam kategori berat, dan hanya 9 kasus yang masuk kategori sedang. Sementara faktor kecelakaan sendiri disebabkan oleh berbagai faktor.
"Dari sejumlah kasus tidak semua dilanjutkan atau diteruskan ke ranah hukum dan penyelidikan, karena dalam lakalantas tidak semua orang penyebab kecelakaan ditetapkan sebagai tersangka." tukasnya.

Senin, 23 Maret 2015

[ Artikel ] Indonesia Belum Sadar Ancaman Bersepeda Motor Jika Tidak Mementingkan Keselamatan


Jakarta, KompasOtomotif - Mengendarai sepeda motor tanpa helm, belok tidak menyalakan sein, memutar di tengah jalan, melawan arah, bermain ponsel sambil jalan, atau memacu kendaraan hingga kecepatan tinggi di jalan raya, merupakan "budaya" yang dianggap biasa oleh biker di Indonesia. Padahal, perilaku-perilaku tidak bertanggung jawab ini merupakan pemicu maut di jalan. Lebih parahnya lagi, mayoritas dari biker tidak menyadari hal tersebut.
Pada 2010, lebih dari 285.000 orang meninggal dunia dalam kecelakaan di seluruh dunia. Di Indonesia, hampir 11.000 pengendara sepeda motor kecelakaan dan kehilangan nyawa. Jumlah ini setara dengan sepertiga dari seluruh pengendara sepeda motor. 
Angka ini relatif sangat tinggi dan merupakan masalah yang harus diselesaikan. Baru-baru ini, Bosch di Indonesia juga melakukan riset mengenai keselamatan berkendara sepeda motor, dengan menargetkan pengendara sepeda motor sebagai responden. 

Salah satu hasil riset yang menarik adalah, walaupun angka kematian akibat kecelakaan sangat tinggi, hanya satu persen dari responden yang merasa tidak aman selama berkendara. “Hasil ini menunjukkan bahwa masyarakat kurang memahami bahaya mengendarai sepeda motor di Indonesia," beber Nazari Mohd Jemadi, Senior Manager Sales of Original Equipment Bosch Indonesia, dalam keterangan resminya, Senin (23/3/2015), petang.
Nazari menjelaskan, angka ini menambahkan sederetan alasan lain mengapa sepeda motor harus didesain agar lebih aman daripada sebelumnya. "Di Bosch, kami memiliki tim Penelitian dan Pengembangan yang bekerja untuk meningkatkan keamanan produk-produk kami,” tukas Nazari.

ABS
Bosch melihat adanya kesempatan untuk mengurangi jumlah kecelakaan di Indonesia melalui penggunaan Anti-lock Braking System (ABS) untuk sepeda motor. Dari hasil analisa berbagai kecelakaan, Bosch percaya bahwa ABS dapat menurunkan 25 persen dari seluruh kecelakaan sepeda motor yang serius dan fatal. 
“Bila terjadi pengereman mendadak atau pada permukaan yang licin, ABS akan tetap menjaga sepeda motor tetap stabil dan mengurangi jarak pengereman. Sepeda motor akan berhenti dengan cara yang jauh lebih aman,” ungkap Nazari.

Jumat, 13 Maret 2015

[ Artikel ] Operasi UKLP oleh Polresta Bogor

Heibogor.com - Dalam giat operasi Unit Kecil Lengkap Penindakan (UKLP) Polres Bogor Kota yang dilakukan pada Kamis (12/03/15) mulai pukul 11.00 WIB, sedikitnya ada 220 pelanggar yang terjaring.
Pelanggar itu di antaranya 6 motor, 2 mobil angkot, 135 tidak memiliki STNK, 77 pelanggar yang tidak memiliki SIM. Pelanggaran tersebut tersebar di beberapa titik penertiban parkir dan terminal bayangan yang langsung dikenakan tilang di tempat.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) AKP Irwandi menuturkan, penertiban dan penghapusan terminal bayangan untuk mengatur lalu lintas kendaraan di Kota Bogor sehingga langsung dilakukan penilangan.
“Hari ini banyak pelanggar yang memarkirkan kendaraan, kita langsung tilang di tempat," ujar Irwandi kepada heibogor.com, Kamis (12/03/15).
Ia menambahkan, kepada para pelanggar yang memarkirkan kendaraannya di tempat yang berada pada rambu-rambu larangan parkir langsung dikenakan tilang.
"Ini demi menertibkan dan menghilangkan terminal bayangan karena banyak terminal seperti angkot, taksi, L300, bus yang membuat kemacetan," pungkasnya.

Selasa, 03 Februari 2015

[ Artikel ] Tertib Berlalu lintas, Kurangi Angka Kecelakaan


Heibogor.com - Untuk mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas (KLL) di wilayah hukum Polres Bogor, Satuan Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) Polres Bogor setiap pagi rutin melakukan imbauan kepada masyarakat, melalui saluran media yang ada di Bogor.

Dikatakan Kanit Laka Lantas Polres Bogor, Inspektur Dua (Ipda) Asep Saepudin, setiap paginya, setelah selesai melakukan kegiatan pelayanan pengaturan lalu lintas, pihaknya juga melakukan kegiatan kawasan tertib lalu lintas (KTL), yakni penertiban serta pemeriksaan surat-surat kendaraan bermotor.

“Penertiban tersebut bisa mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas karena kecelakaan lalu lintas diawali dengan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh pengemudi,” ungkap Asep kepada heibogor.com, Selasa (03/02/15).

Dilanjutkan perwira tersebut, beragam faktor penyebab kecelakaan lalu lintas di antaranya, faktor jalan, kendaraan, dan juga faktor manusia, “Kemudian infrastruktur juga salah satu penyebab, apalagi saat ini sering terjadi hujan dan jalanan banyak yang rusak,” ujarnya.
Untuk itu, lanjut Asep, jajaran Satlantas Polres Bogor Unit Laka Lantas mengimbau agar para pengguna jalan tetap menjaga keselamatan diri dan saling menghormati sesama pengguna jalan.
“Sesuai dengan slogan pemerintah menuju Indonesia tertib bersatu keselamatan nomor satu," tutupnya.

Senin, 05 Januari 2015

[ Artikel ] Security Riding, Waspada Jambret Mengintai!

Kasus pejambretan menggunakan motor sering kali terjadi di jalan raya. Paling tragis belum lama terjadi awal bulan Desember 2014 yang menimpa seorang wanita di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Korban dijambret tasnya hingga tersungkur jatuh dengan kepala membentur aspal dan meninggal dunia.
Kejadian seperti itu membuat perasaan miris, dan bisa menimpa siapa saja bagi Anda yang pulang larut malam. Karena modus penjambretan sering terjadi malam hari di jalan yang minim pencahayaan dan jauh dari keramaian.
“Solusinya adalah meningkatkan kewaspadaan berkendara dan memakai peralatan riding gear yang benar, agar meminimalisir bahaya penjambretan. Karena pelaku melakukan jambret disaat kita lengah atau barang bawaan Anda mengundang perhatian pejambret,” ujar Bintarto Agung President Director Indonesia Defensive Driving Center di Jakarta.
Untuk pencegahan bisa Anda lakukan pada diri sendiri dengan cara sebagai berikut.
Bagasi Motor dan Trik Penyimpanan
“Bagi pengguna motor jenis matik atau bebek manfaatkan bagasi motor untuk simpan barang bawaan seperti tas atau barang yang dapat menarik perhatian pelaku kejahatan. Hindari menggendong atau selempangkan tas di lengan atau bahu yang mudah di jambret,” jelas Agus Sani, Instruktur Safety Riding PT Wahana Makmur Sejati.

Untuk Anda yang membawa tas ransel berukuran besar dan tidak cukup simpan di bagasi motor, letakan tas di dek motor lalu himpit menggunakan kedua kaki. Cara ini dapat menghindari perhatian ketika membawa barang bawaan. Sedangkan bagi pembonceng letakan tas di tengah antara pengendara.
Boks Motor
Untuk jenis motor sport atau batangan bisa gunakan boks motor yang terpasang di bagian belakang. Penggunaan peralatan ini cukup aman meletakan tas atau barang bawaan karena boks terkunci dan tidak menarik perhatian.

Rencanakan Perjalanan
“Pastikan kondisi kendaraan siap pakai, ketahui jalan rute atau jalur yang akan dilewati relatif aman dan kecil potensi risiko kejahatan. Hindari wilayah yang sepi dan rawan kejahatan, serta cara mengendarai kendaraan yang aman dan benar dengan selalu waspada terhadap kondisi lalu lintas,” imbuh Bintarto.

Perhatikan kondisi penerangan motor yang cukup, dan lewati jalan dengan penerangan yang maksimal. Serta lebih baik berkendara secara konvoi atau berbarengan bersama pengendara lain atau teman Anda.
Lengkapi Riding Gear
Selalu gunakan helm half face atau full face minimal standar SNI, serta gunakan helm yang benar dan kancingkan tali pengikat helm. “Selain itu, gunakan sarung tangan yang menutup semua jari. Serta pergunakan jaket yang pergelangan tangan rapat dan terkancing. Lalu gunakan celana panjang dan sepatu yang dapat menutup mata kaki, disarankan gunakan sepatu tanpa tali,” ujar Bintarto.

Respon Darurat
Bila ada hal yang mencurigkan dengan membuntuti motor Anda, pacu tunggangan lebih cepat dan berhenti di tempat keramaian atau pos polisi terdekat. “Bila tas Anda sudah dipegang jambret, pasrahkan saja dilepas jangan dipertahankan karena membahayakan keselamatan,” tambah Agus. • (motor.otomotifnet.com)

Minggu, 07 Desember 2014

[ Artikel ] Jangan Gunakan Earphone Saat Berkendara

Heibogor.com – Traffic Management Center (TMC) Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya dalam jejaring sosial Twitter menghimbau kepada masyarakat supaya tidak menggunakan earphone saat mengendarai sepeda motor. Hal ini karena kecelakaan yang sering terjadi akibat pengendara mendengarkan musik di jalan. 
Telinga yang tertutup earphone dapat mengganggu konsentrasi pengendara, sehingga rawan kecelakaan. 
Anda tidak dapat mendengar dengan jelas klakson dari arah kiri, kanan atau belakang. 

Sebagian pengendara mengaku mendengarkan musik untuk mengusir kantuk saat berkendara. Tetapi, anda sering lupa bahwa keselamatan sangat penting.

Bila mengantuk, sebaiknya anda beristirahat sejenak, cuci muka atau melakukan hal lain tanpa harus mempertaruhkan nyawa anda. Bukan hanya itu, menggunakan earphone juga mengganggu pengendara lainnya. - 

See more at: http://heibogor.com/detail/6778-Berbahaya-Saat-Berkendara-Biker-Jangan-Gunakan-Earphone#sthash.MEjok2it.dpuf