Tampilkan postingan dengan label kecelakaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kecelakaan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Oktober 2015

Waspada Pada Area Blind Spot Saat Berkendara

Blind spot adalah area di sekitar kita yang tidak dapat terlihat pada saat kita berkendara. Hal ini salah satunya bisa disebabkan karena batasan pandangan cermin/kaca spion.
Ukuran motor yang lebih kecil dari mobil membuat bidang blind spot menjadi potensi bahaya yang lebih besar. Padahal yang terjadi di jalanan, motor selalu memanfaatkan celah menyusup untuk menyusul, sering terjadi kecelakaan, motor terjepit atau terserempet mobil yang kebetulan akan berbelok. Maka sebab itu, jangan sampai bro/sis jadi korban blind spot tersebut.
Untuk mencengahnya usahakan untuk segera keluar dari area blind spot. Area ini terdapat di sekitar satu meter jaraknya dari badan mobil/truk/bus, tepat sejajar dengan pengemudi, karena besar kemungkinan si pengendara tidak melihat keberadaan bro/sis. Cara lainnya, bunyikan klakson saat mendahului mobil/truk/bus agar pengemudi mengetahui bro/sis berada di dekatnya. Jangan pernah beranggapan bahwa pengemudi mengetahui keberadaan bro/sis.

Senin, 29 Juni 2015

[ Artikel ] Tips Berkendara Motor Saat Mudik Lebaran

Tips Berkendara Motor Jarak Jauh - Angka kecelakaan lalu lintas saat arus mudik maupun arus balik pada tahun-tahun sebelumnya sangat banyak. Namun nyatanya hal tersebut tidak membuat para pengendara sepeda motor jera. Demi berkumpul dengan keluarga besar saat lebaran, mereka memilih untuk mudik menggunakan motor meski harus bertaruh dengan nyawa. Alasan Ekonomis serta Hemat yang mendesak mereka mudik ke kampung halaman dengan menggunakan motor. Kecelakaan sepeda motor sebenarnya tidak hanya kerap terjadi saat arus mudik/ balik saja. Saat perjalanan jauh seperti touring juga sering terjadi kecelakaan. 
 
tips+berkendara+jarak+jauh
 
Hasil gambar untuk pengendara mudik
 
 
 
Penyebab terjadinya kecelakaan sepeda motor pada umumnya disebabkan tidak mampunya pengendara dalam menguasai kendaraanya. Mengendarai motor memiliki dampak kecelakaan lebih besar dibanding mengendarai mobil. Bahkan kematian akibat kecelakaan lalu lintas lebih banyak dialami oleh pengendara motor roda dua. Hal ini dikarenakan kecelakaan motor akan berdampak langsung pada si pengendara.
Hasil gambar untuk pengendara mudik
 
Berbeda dengan mobil karena terlindungi oleh body mobil itu sendiri, apalagi adanya fitur-fitur keselamatan seperti air bag. Ketika anda memilih untuk menggunakan motor untuk mudik pada tahun ini, tentu anda harus meningkatkan konsentrasi anda saat dalam perjalanan dan jangan lengah sedikitpun. Berikut kami sajikan tips berkendara motor jarak jauh agar tetap aman dan selamat sampai tujuan.
 
  1. Sebelum memulai perjalanan lakukan terlebih dahulu manajemen perjalanan. Tentukan rute yang ingin anda lalui, kalau bisa cari yang tidak padat kendaraan.
  2. Pastikan sepeda motor yang ingin anda gunakan benar-benar fit. Cek semua bagian kendaraan seperti lampu, klakson, ban, kondisi mesin, rantai dan yang tak kalah pentingnya adalah rem.
  3. Pakailah pakaian berkendara yang safety seperti helm full face, body protector bagian lutut dan siku, sepatu, dan jaket.
  4. Ini yang sering dilakukan oleh pengendara, membawa barang berlebih. Agar tetap aman bawalah barang bawaan yang sesuai dengan daya angkut motor. 
  5. Lakukan manajemen waktu. Agar badan tetap fit selama perjalanan, sebaiknya istirahat setiap 4 jam sekali. Beristirahalah kurang lebih selama 30 menit. Setelah badan sudah tidak pegal-pegal dan kembali fit anda bisa melanjutkan perajalanan anda.
Demikianlah tips yang bisa saya sampaikan saat berkendara motor jarak jauh agar tetap aman selama perjalanan serta selamat sampai tujuan. Namun kalau boleh menyarankan sih saat akan mudik lebih baik menggunakan angkutan umum seperti bus atau kereta karena tentu akan lebih aman. Hal akan menurunkan tingkat kecelakaan saat arus mudik balik yang begitu tinggi.
#berbagai sumber media

Selasa, 12 Mei 2015

[ Artikel ] Polisi Akui Sulitnya Menangani kasus Kecelakaan Pelajar

Heibogor.com - Penyebab kecelakaan lalulintas didominasi oleh roda dua dan mayoritas dari mereka masih berusia pelajar, namun dalam penanganan kasusnya sulit karena terbentur aturan baru yang menyatakan tidak boleh menahan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Unit Lakalantas Polres Bogor Ipda Asep Saepudin.
Asep mengatakan, penanganan pidana lalu lintas kepada usia di bawah umur ini sangat minim, karena dalam UU yang baru kepolisian tidak boleh menahan.
“Proses penyidikan itu selama 7 hari dan itu tidak bisa dilakukan kepada anak yang masih usia pelajar karena tidak boleh dilakukan penahanan,” kata Asep kepada heibogor.com, Rabu (13/05/15).
Asep menambahkan, banyak yang menjadi kendala dalam proses penyidikan kasus kecelakaan, seperti salah satunya tersangka atau korban yang mendapatkan perawatan insentif dan itu memerlukan waktu lama.
”Kalau korbannya dirawat di rumah sakit (RS) hingga dua  minggu bagimana, sedangkan proses penyidikan harus lengkap ada saksi ada korban, dan itu jelas jadi kendala,” jelasnya.
Dia pun mengimbau bukan berarti dengan demikian, pelajar bisa menganggap sepele aturan tersebut. “Bagi pelajar dibawah umur tidak diperbolehkan membawa kendaraan baik ke sekolah maupun untuk keperluan pribadi yang akhirnya dapat merugikan masyarakat dan dirinya sendiri,” tandasnya.

[ Artikel ] Tekan Pelanggaran, Satlantas Polres Bogor Gelar Operasi Patuh

Heibogor.com - Setelah bulan lalu menggelar operasi simpatik, bulan Mei Satlantas Polres Bogor, akan  menggelar operasi patuh. Hal ini bertujuan untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam ketertiban berlalulintas.
Kepala Unit Laka Lantas Polres Bogor Ipda Asep Saepudin mengatakan, operasi patuh sudah merupakan program rutin yang digelar setiap tahun untuk terus menjaga ketertiban lalu lintas.
“Ya, bulan kemarin kan sudah dilakukan operasi simpatik, dimana petugas hanya mengingatkan dan mengimbau kepada pengemudi yang melanggar agar mentaati peraturan lalu lintas, nah operasi patuh ini untuk melihat hasilnya masih banyak atau tidak pelanggar lalu lintas,” kata Asep kepada heibogor.com saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (13/05/15).
Lebih lanjut Asep mengatakan, operasi patuh berbeda halnya dengan operasi simpatik kemarin. “Kalau pada operasi simpatik pelanggar hanya diimbau agar tidak melanggar lagi, kalau operasi patuh yang melanggar ya langsung ditilang," jelasnya.
Asep menambahkan, dalam operasi patuh yang akan digelarnya tidak akan ada yang dibeda-bedakan baik pengendara pada umumnya atau usia pelajar, semua akan diberikan sanksi yang sama jika memang melanggar peraturan. Menurutnya operasi patuh itu sudah terjadwal, dan diperkirakan akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.
“Ya minggu ini operasinya. Tak ada anak sekolah atau pengemudi lainnya, kalau melanggar sanksinya sama dikenakan tilang,” tegasnya.

Senin, 20 April 2015

[ Artikel ] Dalam 3 Bulan, Kecelakaan Lalin memakan Puluhan Korban

Heibogor.com - Sedikitnya 95 orang meninggal dunia dalam 131 kasus kecelakaan lalu lintas, yang terjadi di wilayah Kabupaten Bogor dalam jangka waktu 3 bulan terakhir. Hal tersebut diketahui dari catatan data yang dimiliki Polres Bogor, dari mulai bulan Januari hingga bulan Maret 2015.
Pada bulan Januari saja, terjadi kasus kecelakaan lalu lintas sebanyak 46 kasus. Tertinggi kasus lakalantas terjadi pada bulan Februari sebanyak 47 kasus, sedangkan pada bulan maret turun menjadi 38 kasus kecelakaan lalu lintas.
"Dari segi kasus jumlah terbanyak pada bulan Februari dengan 47 kasus, lalu Januari 46 kasus dan bulan Maret turun menjadi 38 kasus," beber Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Kanitlakalantas) Polres Bogor Ipda Asep Saepudin kepada heibogor.com.
Asep menjelaskan dari sejumlah kecelakaan yang terjadi, hampir rata-rata kecelakaan lalu lintas tersebut masuk dalam kategori berat, dan hanya 9 kasus yang masuk kategori sedang. Sementara faktor kecelakaan sendiri disebabkan oleh berbagai faktor.
"Dari sejumlah kasus tidak semua dilanjutkan atau diteruskan ke ranah hukum dan penyelidikan, karena dalam lakalantas tidak semua orang penyebab kecelakaan ditetapkan sebagai tersangka." tukasnya.

Senin, 23 Maret 2015

[ Artikel ] Indonesia Belum Sadar Ancaman Bersepeda Motor Jika Tidak Mementingkan Keselamatan


Jakarta, KompasOtomotif - Mengendarai sepeda motor tanpa helm, belok tidak menyalakan sein, memutar di tengah jalan, melawan arah, bermain ponsel sambil jalan, atau memacu kendaraan hingga kecepatan tinggi di jalan raya, merupakan "budaya" yang dianggap biasa oleh biker di Indonesia. Padahal, perilaku-perilaku tidak bertanggung jawab ini merupakan pemicu maut di jalan. Lebih parahnya lagi, mayoritas dari biker tidak menyadari hal tersebut.
Pada 2010, lebih dari 285.000 orang meninggal dunia dalam kecelakaan di seluruh dunia. Di Indonesia, hampir 11.000 pengendara sepeda motor kecelakaan dan kehilangan nyawa. Jumlah ini setara dengan sepertiga dari seluruh pengendara sepeda motor. 
Angka ini relatif sangat tinggi dan merupakan masalah yang harus diselesaikan. Baru-baru ini, Bosch di Indonesia juga melakukan riset mengenai keselamatan berkendara sepeda motor, dengan menargetkan pengendara sepeda motor sebagai responden. 

Salah satu hasil riset yang menarik adalah, walaupun angka kematian akibat kecelakaan sangat tinggi, hanya satu persen dari responden yang merasa tidak aman selama berkendara. “Hasil ini menunjukkan bahwa masyarakat kurang memahami bahaya mengendarai sepeda motor di Indonesia," beber Nazari Mohd Jemadi, Senior Manager Sales of Original Equipment Bosch Indonesia, dalam keterangan resminya, Senin (23/3/2015), petang.
Nazari menjelaskan, angka ini menambahkan sederetan alasan lain mengapa sepeda motor harus didesain agar lebih aman daripada sebelumnya. "Di Bosch, kami memiliki tim Penelitian dan Pengembangan yang bekerja untuk meningkatkan keamanan produk-produk kami,” tukas Nazari.

ABS
Bosch melihat adanya kesempatan untuk mengurangi jumlah kecelakaan di Indonesia melalui penggunaan Anti-lock Braking System (ABS) untuk sepeda motor. Dari hasil analisa berbagai kecelakaan, Bosch percaya bahwa ABS dapat menurunkan 25 persen dari seluruh kecelakaan sepeda motor yang serius dan fatal. 
“Bila terjadi pengereman mendadak atau pada permukaan yang licin, ABS akan tetap menjaga sepeda motor tetap stabil dan mengurangi jarak pengereman. Sepeda motor akan berhenti dengan cara yang jauh lebih aman,” ungkap Nazari.

Selasa, 03 Februari 2015

[ Artikel ] Tertib Berlalu lintas, Kurangi Angka Kecelakaan


Heibogor.com - Untuk mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas (KLL) di wilayah hukum Polres Bogor, Satuan Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) Polres Bogor setiap pagi rutin melakukan imbauan kepada masyarakat, melalui saluran media yang ada di Bogor.

Dikatakan Kanit Laka Lantas Polres Bogor, Inspektur Dua (Ipda) Asep Saepudin, setiap paginya, setelah selesai melakukan kegiatan pelayanan pengaturan lalu lintas, pihaknya juga melakukan kegiatan kawasan tertib lalu lintas (KTL), yakni penertiban serta pemeriksaan surat-surat kendaraan bermotor.

“Penertiban tersebut bisa mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas karena kecelakaan lalu lintas diawali dengan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh pengemudi,” ungkap Asep kepada heibogor.com, Selasa (03/02/15).

Dilanjutkan perwira tersebut, beragam faktor penyebab kecelakaan lalu lintas di antaranya, faktor jalan, kendaraan, dan juga faktor manusia, “Kemudian infrastruktur juga salah satu penyebab, apalagi saat ini sering terjadi hujan dan jalanan banyak yang rusak,” ujarnya.
Untuk itu, lanjut Asep, jajaran Satlantas Polres Bogor Unit Laka Lantas mengimbau agar para pengguna jalan tetap menjaga keselamatan diri dan saling menghormati sesama pengguna jalan.
“Sesuai dengan slogan pemerintah menuju Indonesia tertib bersatu keselamatan nomor satu," tutupnya.

Sabtu, 15 November 2014

[Artikel] Peringatan Hari Kecelakaan Dunia

Memperingati Hari kecelakaan dunia 16 November 2014
Kecelakaan lalu lintas kerap dianggap sebagian orang sebagai momok yang menakutkan. Kondisi ini tidak terjadi di satu negara saja, melainkan di banyak negara. Terlebih untuk negara-negara berkembang, seperti halnya Indonesia, di mana urusan transportasi seperti halnya benang kusut.
Menurut data yang disampaikan Road Safety Association (RSA) Indonesia, maraknya kecelakaan yang terjadi di Tanah Air sejak 10 terakhir telah membawa petaka terhadap 220 ribu korban jiwa.
"Itu belum termasuk dengan satu juta warga Indonesia yang menderita luka-luka dari petaka di jalan raya 10 tahun terakhir. Sebanyak 41 persen dari korban tersebut harus menderita luka berat. Mereka, bahkan tidak mampu meneruskan kerjanya karena kehilangan panca indra mereka," tutur Ketua RSA Indonesia, Edo Rusyanto dalam keterangan resminya, Jumat 14 November 2014.
Menurut Edo, hal yang patut disimak ialah nasib dari anak-anak para korban kecelakaan, terlebih jika ia menjadi sandaran hidup dan penopang keluarga.
"Kita juga disodori fakta bahwa mayoritas keluarga korban kecelakaan harus terganggu finansialnya. Keluarga yang ditinggalkan oleh penyangga tiang ekonomi, harus pontang-panting membangun ekonomi mereka," lanjutnya.
Atas kondisi tersebut, RSA pun mengajak masyarakat luas untuk peduli dengan hal ini, dengan tidak melakukan aksi kebut-kebutan yang dapat membahayakan diri sendiri serta orang lain.
RSA pun mengimbau, agar para pengendara kendaraan bermotor untuk lebih waspada, fokus, dan konsentrasi ketika berkendara.
Hari kecelakaan dunia
RSA rupanya ingin mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga keselamatan, saat berkendara melalui aksi yang akan digelar serentak di sejumlah kota di Indonesia.
Rencananya, aksi simpatik yang akan digelar di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Kudus, Padang, dan Palembang itu akan dilakukan pada Minggu 16 November 2014 mendatang.
“Pada Minggu 16 November 2014, RSA Indonesia bersama segenap relawan di berbagai kota menggelar aksi simpatik bertajuk Hari Perenungan Korban Kecelakaan Dunia,” ujar Edo.
Di Jakarta, aksi akan digelar secara damai di area Car Free Day (CFD), di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, mulai pukul 07.00-11.00 WIB.
"Mari gandengkan tangan, mari serukan kepada Negara bahwa mereka bertanggung jawab untuk melindungi para pengguna jalan raya," katanya.

Selasa, 21 Oktober 2014

[ Artikel ] Fakta Di Jalan Raya

Malam itu sabtu 18 oktober 2014 kurang lebih pukul 21:00 sepulang dari serpong menuju kopdran BBC di Pajajaran Bogor, pas di perempatan pasar ciseeng menuju jalan raya bogor ada 4 gadis kecil kira kira berusia 12 – 13 tahun yang menunggangi sebuah sepeda motor matic dan sejalan dengan saya yang menuju jalan utama / protokol, sempat kaget ketika mereka menyalip saya, bukan kaget karena mereka menyalip saya, tetapi kaget dengan jumlah orang di atas motor tersebut, tanpa menggunakan helm sama sekali, dengan hanya mengenakan sandal dan celana pendek, serta dengan cara berkendara yang “maaf” bagi saya itu ugal ugalan dan membahayakan diri mereka dan pengendara lainnya.
Merasa miris dan berfikir, apakah sang orang tua mempercayai begitu saja anak mereka untuk berkendara dengan keadaan seperti itu, ataukah tindakan mereka yang memang tidak diketahui oleh orang tua mereka. Fakta nya masih amat sangat banyak kejadian dan pemandangan seperti yang saya lihat saat itu.

Menyadari bahwa mengendarai sepeda motor bukan hanya bermodalkan bisa menarik gas dan menginjak rem, tetapi banyak faktor yang harus diperhatikan, contohnya kelengkapan berkendara dan sudahkah si pengendara tersebut bisa di katakana pantas untuk mengendarai sepeda motor di jalan raya, sedangkan usia nya kurang dari 17 tahun dan yang pasti belum memiliki SIM.

Yuk, mari kita sosialisasikan tentang kelengkapan berkendara dan syarat syarat bagi si pengendara sepeda motor tersebut, mari kita awasi dan ajarkan anak, adik, saudara, teman dan kerabat kita untuk menyadari pentingnya menggunakan kelengkapan berkendara, demi keselamatan bersama. Karena salah satu faktor adanya korban meninggal dunia dalam musibah kecelakaan adalah karena si pengendara tidak menggunakan kelengkapan berkendara dengan benar dan lengkap.

Sebagai bahan share dan semoga bermanfaat untuk semua pengendara sepeda motor.
Redaksi 055

Selasa, 26 Agustus 2014

[ Artikel ] Beberapa Prinsip Safety Riding ( Sederhana )

Mengendarai sepeda motor memang sangat menyenangkan dan sangat menarik. Tapi, di satu sisi, mengendari motor juga penuh dengan resiko. Nah, resiko tersebut bisa kita minimalisir atau bisa kita hindari jika kita memahami norma-norma berkendara yang baik. Berikut ini kami jabarkan beberapa poin yang perlu kita simak sebagai rider yang well educated.
1. Selalu gunakan Safety Gear
Safety gear adalah perlengkapan keselamatan seperti helm, kacamata (eye protection), sarung tangan, jaket, celana panjang, dan segalanya yang bisa sedikit banyak melindungi Anda dari cidera parah saat terjadi kecelakaan.
2. Berkendara dengan cara yang pintar
Gunakan lampu depan Anda ketika mengendarai motor di malam hari, hindari pengendara lain dari potensi “blind spot”, jangan memotong jalur pengguna jalan lain sembarangan, dan selalu siap gunakan klakson motor Anda agar orang lain mengetahui keberadaan Anda.
3. Selalu utamakan keselamatan
Tiga perempat pengguna roda dua mengalami kecelakaan dengan mobil. Hal itu terjadi karena pengendara mobil tidak melihatmenyadari keberadaan motor tersebut. Oleh sebab itu, penting buat Anda memahami situasi jalanan atau memperkirakan pergerakan yang akan diambil oleh kendaraan lain di depan maupun di belakang Anda.
4. Jaga jarak dengan kendaraan lain
Mengendarai motor memang sering bikin kita lupa diri, apalagi ketika kita sedang berada di atas motor yang punya kecepatan tinggi. Hal ini juga kerap kali membuat kita tidak sadar bahwa kita terlalu dekat dengan kendaraan lain baik di depan maupun di samping kita. Hal itu sangatlah berbahaya, terutama ketika pengendara lain tersebut melakukan manuver tiba-tiba atau mengerem tiba-tiba. Kalau sudah begitu, potensi tabrakan pun semakin besar. Untuk itu, selalu upayakan jarak dengan kendaraan lain di depan Anda sekitar 3-5 meter. Perkirakan jarak yang ideal buat Anda sendiri, yang dapat memberikan waktu buat Anda menghindar ketika pengendara lain tersebut melakukan gerakan mendadak.
5. Jauhi minuman beralkohol ketika mengendarai motor
Ini sangatlah jelas bagaimana alkohol sangat mempengaruhi ketajaman konsentrasi Anda ketika mengendari motor. Bukan tidak mungkin, masih banyak pengendara motor di Tanah Air yang masih belum menyadari bagaimana pengaruh alkohol terhadap keselamatan berkendara. Ingat, mengendarai sebuah kendaraan, baik motor maupun mobil, membutuhkan tingkat konsentrasi yang tinggi.
6. Selalu cek kondisi motor
Coba Anda ingat kembali kapan terakhir kali kondisi motor Anda di cek secara menyeluruh? Upayakan untuk selalu mematuhi jadwal servis yang sudah direkomendasikan oleh dealer. Cek segala hal mendasar seperti tekanan aingin pada ban, performa sistem pengereman, dan sebagainya sebelum Anda berpergian.
Sumber : gethomesafely.co.id
Semoga bermanfaat 
Salam Dwi BBC 055