Tampilkan postingan dengan label bahaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahaya. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Januari 2015

[ Artikel ] Security Riding, Waspada Jambret Mengintai!

Kasus pejambretan menggunakan motor sering kali terjadi di jalan raya. Paling tragis belum lama terjadi awal bulan Desember 2014 yang menimpa seorang wanita di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Korban dijambret tasnya hingga tersungkur jatuh dengan kepala membentur aspal dan meninggal dunia.
Kejadian seperti itu membuat perasaan miris, dan bisa menimpa siapa saja bagi Anda yang pulang larut malam. Karena modus penjambretan sering terjadi malam hari di jalan yang minim pencahayaan dan jauh dari keramaian.
“Solusinya adalah meningkatkan kewaspadaan berkendara dan memakai peralatan riding gear yang benar, agar meminimalisir bahaya penjambretan. Karena pelaku melakukan jambret disaat kita lengah atau barang bawaan Anda mengundang perhatian pejambret,” ujar Bintarto Agung President Director Indonesia Defensive Driving Center di Jakarta.
Untuk pencegahan bisa Anda lakukan pada diri sendiri dengan cara sebagai berikut.
Bagasi Motor dan Trik Penyimpanan
“Bagi pengguna motor jenis matik atau bebek manfaatkan bagasi motor untuk simpan barang bawaan seperti tas atau barang yang dapat menarik perhatian pelaku kejahatan. Hindari menggendong atau selempangkan tas di lengan atau bahu yang mudah di jambret,” jelas Agus Sani, Instruktur Safety Riding PT Wahana Makmur Sejati.

Untuk Anda yang membawa tas ransel berukuran besar dan tidak cukup simpan di bagasi motor, letakan tas di dek motor lalu himpit menggunakan kedua kaki. Cara ini dapat menghindari perhatian ketika membawa barang bawaan. Sedangkan bagi pembonceng letakan tas di tengah antara pengendara.
Boks Motor
Untuk jenis motor sport atau batangan bisa gunakan boks motor yang terpasang di bagian belakang. Penggunaan peralatan ini cukup aman meletakan tas atau barang bawaan karena boks terkunci dan tidak menarik perhatian.

Rencanakan Perjalanan
“Pastikan kondisi kendaraan siap pakai, ketahui jalan rute atau jalur yang akan dilewati relatif aman dan kecil potensi risiko kejahatan. Hindari wilayah yang sepi dan rawan kejahatan, serta cara mengendarai kendaraan yang aman dan benar dengan selalu waspada terhadap kondisi lalu lintas,” imbuh Bintarto.

Perhatikan kondisi penerangan motor yang cukup, dan lewati jalan dengan penerangan yang maksimal. Serta lebih baik berkendara secara konvoi atau berbarengan bersama pengendara lain atau teman Anda.
Lengkapi Riding Gear
Selalu gunakan helm half face atau full face minimal standar SNI, serta gunakan helm yang benar dan kancingkan tali pengikat helm. “Selain itu, gunakan sarung tangan yang menutup semua jari. Serta pergunakan jaket yang pergelangan tangan rapat dan terkancing. Lalu gunakan celana panjang dan sepatu yang dapat menutup mata kaki, disarankan gunakan sepatu tanpa tali,” ujar Bintarto.

Respon Darurat
Bila ada hal yang mencurigkan dengan membuntuti motor Anda, pacu tunggangan lebih cepat dan berhenti di tempat keramaian atau pos polisi terdekat. “Bila tas Anda sudah dipegang jambret, pasrahkan saja dilepas jangan dipertahankan karena membahayakan keselamatan,” tambah Agus. • (motor.otomotifnet.com)

Rabu, 10 Desember 2014

[ Artikel ] Bahaya nya Bertelanjang Kaki Dalam Berkendara Saat Hujan


Ketika hujan turun, tidak sedikit pengendara yang melepas sepatu dan menggantinya dengan sendal atau tidak mengunakan alas kaki sama sekali. Alasannya simpel, supaya sepatu tetap bersih dan kering. Nah cara seperti ini sebaiknya jangan dilakukan lagi. Terlebih berkendara tanpa menggunakan sepatu jelas jauh dari segi aman.
Masih berkaitan dengan kondisi hujan, umumnya permukaan jalan bakal terdapat beberapa genangan air, bisa dipastikan banyak juga sumber penyakit yang siap menyerang. Salah satunya leptosirosis atau kencing tikus.
Seperti yang diungkapkan seorang Dokter. "Leptospirosis terutama terjadi pada saat musim hujan dan banjir," jelas dr. Farida dari klinik Group Meruya di Jl. Meruya Selatan, Jakarta Barat.
Penularan utama melalui tikus ketika banjir. Pada kondisi ini, banyaknya genangan air dan timbunan sampah menyebabkan bakteri leptospira mudah berkembang biak. "Air kencing tikus yang terbawa arus masuk ke tubuh manusia melalui permukaan kulit yang terluka," tambahnya.
Gejala awal terkontaminasi bakteri leptospirosis adalah demam, sakit kepala parah, nyeri otot, muntah dan mata merah. Bahkan ada yang tidak mengalami semua gejala itu. Banyak yang mengira panas badan karena perubahan cuaca atau kecapaian. Sehingga banyak yang menyepelekan gejala yang disebutkan tadi.
"Mirip deman biasa. Tapi kalau sampai tiga hari tidak ada perubahan, baiknya segera periksakan ke dokter," tutup dr. Farida.
Sebab kalau penanganan terlambat bisa mengakibatkan kematian. Untuk itu disarankan ketika melibas genangan air atau banjir selalu dan tetap menggunakan sepatu atau booth. Untuk mengurangi kemungkinan masuknya bakteri melalui kulit yang terluka. Setelah sampai lokasi tujuan atau rumah, segera cuci bagian tubuh yang terkena air banjir dengan sabun yang mengandung desinfectan. (hondacommunity.net)
sumber: motor.otomotifnet.com

Minggu, 07 Desember 2014

[ Artikel ] Jangan Gunakan Earphone Saat Berkendara

Heibogor.com – Traffic Management Center (TMC) Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya dalam jejaring sosial Twitter menghimbau kepada masyarakat supaya tidak menggunakan earphone saat mengendarai sepeda motor. Hal ini karena kecelakaan yang sering terjadi akibat pengendara mendengarkan musik di jalan. 
Telinga yang tertutup earphone dapat mengganggu konsentrasi pengendara, sehingga rawan kecelakaan. 
Anda tidak dapat mendengar dengan jelas klakson dari arah kiri, kanan atau belakang. 

Sebagian pengendara mengaku mendengarkan musik untuk mengusir kantuk saat berkendara. Tetapi, anda sering lupa bahwa keselamatan sangat penting.

Bila mengantuk, sebaiknya anda beristirahat sejenak, cuci muka atau melakukan hal lain tanpa harus mempertaruhkan nyawa anda. Bukan hanya itu, menggunakan earphone juga mengganggu pengendara lainnya. - 

See more at: http://heibogor.com/detail/6778-Berbahaya-Saat-Berkendara-Biker-Jangan-Gunakan-Earphone#sthash.MEjok2it.dpuf

Selasa, 21 Oktober 2014

[ Artikel ] Fakta Di Jalan Raya

Malam itu sabtu 18 oktober 2014 kurang lebih pukul 21:00 sepulang dari serpong menuju kopdran BBC di Pajajaran Bogor, pas di perempatan pasar ciseeng menuju jalan raya bogor ada 4 gadis kecil kira kira berusia 12 – 13 tahun yang menunggangi sebuah sepeda motor matic dan sejalan dengan saya yang menuju jalan utama / protokol, sempat kaget ketika mereka menyalip saya, bukan kaget karena mereka menyalip saya, tetapi kaget dengan jumlah orang di atas motor tersebut, tanpa menggunakan helm sama sekali, dengan hanya mengenakan sandal dan celana pendek, serta dengan cara berkendara yang “maaf” bagi saya itu ugal ugalan dan membahayakan diri mereka dan pengendara lainnya.
Merasa miris dan berfikir, apakah sang orang tua mempercayai begitu saja anak mereka untuk berkendara dengan keadaan seperti itu, ataukah tindakan mereka yang memang tidak diketahui oleh orang tua mereka. Fakta nya masih amat sangat banyak kejadian dan pemandangan seperti yang saya lihat saat itu.

Menyadari bahwa mengendarai sepeda motor bukan hanya bermodalkan bisa menarik gas dan menginjak rem, tetapi banyak faktor yang harus diperhatikan, contohnya kelengkapan berkendara dan sudahkah si pengendara tersebut bisa di katakana pantas untuk mengendarai sepeda motor di jalan raya, sedangkan usia nya kurang dari 17 tahun dan yang pasti belum memiliki SIM.

Yuk, mari kita sosialisasikan tentang kelengkapan berkendara dan syarat syarat bagi si pengendara sepeda motor tersebut, mari kita awasi dan ajarkan anak, adik, saudara, teman dan kerabat kita untuk menyadari pentingnya menggunakan kelengkapan berkendara, demi keselamatan bersama. Karena salah satu faktor adanya korban meninggal dunia dalam musibah kecelakaan adalah karena si pengendara tidak menggunakan kelengkapan berkendara dengan benar dan lengkap.

Sebagai bahan share dan semoga bermanfaat untuk semua pengendara sepeda motor.
Redaksi 055