Tampilkan postingan dengan label helm. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label helm. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Januari 2015

[ Artikel ] Bahaya Pakai Helm yang Jarang Dicuci

Padahal, jika tak dibersihkan, helm rentan menyebarkan penyakit bagi para penggunanya.
Seperti dilansir dari situs NATA, (Asosiasi Olahraga Nasional Amerika Serikat), lembab dan bau akibat endapan keringat di lapisan dalam helm bisa mengundang bakteri untuk bersarang. Jika itu sudah terjadi, bakteri dan jamur yang berkembang akan menyebabkan penyakit kulit.

Saking bahayanya bakteri dan jamur tadi, NATA bahkan menyarankan seluruh atlet mereka membersihkan helm, sarung tangan, padding, dan kaus kaki dari keringat. Kebetulan semua perlengkapan itu juga dipakai pengendara roda dua.

Sementara seperti dilansir Motoriders, beberapa penyakit yang akan timbul di antaranya ialah gatal-gatal di kulit kepala, munculnya ketombe, jerawat dan bisul, kurap, panu, dan penyakit kulit lainnya.
Maka itu, disarankan bagi para pengendara roda dua untuk selalu membersihkan helm di setiap ada kesempatan luang. Baik dibersihkan di laundry khusus helm, maupun membersihkannya sendiri.

Jika membersihkan sendiri, pastikan helm sering dijemur di bawah teriknya matahari. Sebab, sinar ultra violet matahari disebut mampu menetralisir bau keringat.
Agar makin nyaman, berikan sedikit wangi-wangian pada helm seperti kapur barus atau wangi alkohol. Namun, jangan terlalu banyak dan sering. Sebab, terlalu sering memberikan alkohol pada helm dapat mengkisutkan busa yang berefek sedikitnya peredam benturan pada kepala. (Sumber: NATA dan Motoriders)

Senin, 15 Desember 2014

[ Artikel ] Tips Merawat Kaca Helm dan Jas Hujan

Cuaca akhir-akhir ini tidak menentu, dari panas terik bisa mendadak jadi hujan deras. Tentu sebagai pengguna kendaraan bermotor harus sudah menyiapkan perlengkapan berkendara untuk mengantisipasi cuaca seperti ini. Nah, untuk itu peralatan yang biasa digunakan ketika musim hujan, tentunya mesti ikut dirawat.
Fungsi dari perawatan bikin perlengkapan berumur panjang, selalu bersih, dan tentunya tetap aman dan nyaman saat digunakan kembali. Berikut ada beberapa tips, cara membersihkan part pendukung saat hujan seperti kaca helm dan jas hujan. Jangan sampai niat mau bersihin tapi malah memperpendek masa pakai.

Kaca Helm
Saat hujan, pandangan ke depan terbatas. Pasalnya air hujan yang turun bisa menghalangi pandangan dan bikin buyar. Apalagi kotoran yang nempel di kaca helm, dibiarkan  pasti semakin hari bikin kaca jadi kusam dan mata susah buat melihat ke depan.
Agar kaca helm terawat dan enggak kusam, mesti rajin-rajin dibersihkan. Terutama buat bro/sis yang doyan turing, pasti kaca helmnya selalu terdapat kotoran yang ditangkap oleh air yang mengendap di kaca. Buat membersihkan debu dan kotoran yang menempel, Juragan Helm yang terletak di Jl. Raya Panjang No. 16, Jakarta Barat punya jurus jitu.
"Lepas pengikat kaca di kiri-kanan yang biasanya diikat sekrup. Untuk yang fullface, lepas pengikat kaca sesuai pengunci masing-masing helm. Setelah itu bilas permukaan kaca dengan air keran. Tapi, jangan terlalu keras, karena kerikil kecil bisa menggerus permukaan," kata Agus Hermawan, owner Juragan Helm.
Lanjut siapkan sponge atau busa yang sudah diberi sabun cair. Lalu usapkan satu arah menghindari gesekan kerikil yang masih terdapat di permukaan kaca. Bila sudah, keringkan menggunakan kain halus atau tisu agar kembali clink alias bersih. Setelah bersih pasangkan kembali di helm.

Jas Hujan
Jas hujan sering dipakai tapi perawatannya sangat minim. Padahal bila dibiarkan atau setelah dipakai hanya digantung, kotoran yang menempel akan merusak elastisitas bahan. Bahkan bila kering akan mudah sobek.
Kebanyakan habis pakai langsung disimpan, pasti lama-lama akan timbul bau apek. Daripada jas hujan cepat rusak dan bau mending lakukan perawatan. Dan enggak susah kok. Tinggal cuci-bilas.
"Siapkan ember berisi air bersih, atau lebih bagus bilas terlebih dahulu di kucuran air keran. Ini agar kotoran dan pasir yang menempel terbilas air. Setelah kotoran terangkat, agar lebih bersih gunakan sabun cair untuk lebih membersihkan permukaan jas hujan," kata Condro, pemilik bengkel dan toko variasi KMS yang juga menyediakan jas hujan.
Saat menggunakan sabun untuk membersihkan, jangan dikucek karena akan merusak jas hujan. Untuk bahan yang parasit, biasanya di bagian dalam terdapat lapisan karet, kalau dikucek bisa rusak. Lebih baik diusap menggunakan tangan atau busa seperti mencuci motor. Bila dirasa bersih, lakukan pembilasan.
Waktu pengeringan, kibas-kibaskan agar air yang masih banyak di jas hujan terbuang. Lalu gantungkan sampai kering. Tapi, jangan di tempat terlalu panas, bisa merusak karet yang ada di rain coat.(hondacommunity.net)

Selasa, 21 Oktober 2014

[ Artikel ] Fakta Di Jalan Raya

Malam itu sabtu 18 oktober 2014 kurang lebih pukul 21:00 sepulang dari serpong menuju kopdran BBC di Pajajaran Bogor, pas di perempatan pasar ciseeng menuju jalan raya bogor ada 4 gadis kecil kira kira berusia 12 – 13 tahun yang menunggangi sebuah sepeda motor matic dan sejalan dengan saya yang menuju jalan utama / protokol, sempat kaget ketika mereka menyalip saya, bukan kaget karena mereka menyalip saya, tetapi kaget dengan jumlah orang di atas motor tersebut, tanpa menggunakan helm sama sekali, dengan hanya mengenakan sandal dan celana pendek, serta dengan cara berkendara yang “maaf” bagi saya itu ugal ugalan dan membahayakan diri mereka dan pengendara lainnya.
Merasa miris dan berfikir, apakah sang orang tua mempercayai begitu saja anak mereka untuk berkendara dengan keadaan seperti itu, ataukah tindakan mereka yang memang tidak diketahui oleh orang tua mereka. Fakta nya masih amat sangat banyak kejadian dan pemandangan seperti yang saya lihat saat itu.

Menyadari bahwa mengendarai sepeda motor bukan hanya bermodalkan bisa menarik gas dan menginjak rem, tetapi banyak faktor yang harus diperhatikan, contohnya kelengkapan berkendara dan sudahkah si pengendara tersebut bisa di katakana pantas untuk mengendarai sepeda motor di jalan raya, sedangkan usia nya kurang dari 17 tahun dan yang pasti belum memiliki SIM.

Yuk, mari kita sosialisasikan tentang kelengkapan berkendara dan syarat syarat bagi si pengendara sepeda motor tersebut, mari kita awasi dan ajarkan anak, adik, saudara, teman dan kerabat kita untuk menyadari pentingnya menggunakan kelengkapan berkendara, demi keselamatan bersama. Karena salah satu faktor adanya korban meninggal dunia dalam musibah kecelakaan adalah karena si pengendara tidak menggunakan kelengkapan berkendara dengan benar dan lengkap.

Sebagai bahan share dan semoga bermanfaat untuk semua pengendara sepeda motor.
Redaksi 055