Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 September 2015

TIPS MERAWAT BAN SEPEDA MOTOR

Tips Menjaga Ban Sepeda Motor Tetap Awet

Ban, piranti yang memegang peranan vital pada sepeda motor. So merawat si bundar ini sudah pasti menjadi ritual wajib bagi pengendara sepedamotor, selain sebagai penghematan, merawat ban dengan benar juga turut menjaga keselamatan pengendara maupun penumpangnya.

Tekanan udara ban yang tak tepat sangat mempengaruhi keseimbangan dan stabilitas laju sepeda motor. Jangan pernah memakai ban lain kecuali yang ditetapkan oleh pabrikan sepeda motor karena fungsi ban yang sangat vital bagi sepeda motor Anda perlu mengetahui penyebab kerusakannya seperti:

Ban bocor

Periksalah apakah pentil ban mengalami kebocoran. Untuk memeriksanya lepaskanlah tutup pentil dan taruhlah air sabun di atas lubang pentil. Bila air sabun membentuk gelembung udara, bisa dipastikan pentil tersebut bocor. Bila bocor keraskanlah pentil tersebut dengan memakai alat pengencang pentil yang ada di tutup pentil. Tetapi bila masih bocor, pentil tersebut rusak dan harus diganti dengan yang baru. Periksalah apakah ban terkena paku atau benda-benda tajam lainnya.

Ban aus secara abnormal

Periksalah apakah tekanan ban sudah benar. Jika telapak atau tread ban telah aus, ban mudah tertusuk dan rusak. Tekanan ban harus disetel supaya sesuai beban pada sepeda motor. Jangan sampai sepeda motor dibebani berlebihan karena dapat menyebabkan ban cepat rusak.

Ban berputar tak teratur

Periksalah apakah ban berputar sudah seimbang dan periksa apakah jari-jari telah dikencangkan secara benar? Tak ada salahnya juga anda mencermati dan memperhatikan hal berikut:

Perhatikan kapasitas muatan sepedamotor Anda meskipun kecepatan sepedamotor juga ambil peranan penting dalam hal ini. Sesuaikan ban dengan kondisi jalan yang dilewati.

Tekanan

Periksa secara rutin tekanan angin (baiknya setiap hari pada saat udara dingin). Samakan tekanan angin antara yang depan dan belakang. Sebab laju sepedamotor yang tidak seimbang berbahaya sekali buat mengendarai dan pengereman.

Jarak tempuh

Periksa jarak tempuh dan sisi luar ban, untuk menjaga keselamatan. Setiap 10.000 km keseimbangan dan kelurusan ban harus dicek. Apalagi bila sering digunakan dengan kecepatan tinggi. Lakukan rotasi diantara kedua ban. Sebaiknya gunakan ban dengan diameter yang ditentukan dari standar sepedamotor Anda.

Selain jarak tempuh, suhu dan cuaca juga mempengaruhi keawetan ban juga. Kondisi jalan yang panas pada musim kemarau menyebabkan usia ban bertambah lebih pendek dibandingkan musim hujan. Selain itu cara mengemudi dari pengendara juga bisa mempengaruhi keawetan ban tersebut. Cara memulai jalan yang mendadak dan pengereman mendadak, berpengaruh besar dengan keawetan ban.

Demi keselamatan, kenyamanan dan keawetan usia ban cobalah selalu menjalankan sepedamotor Anda dengan baik dan benar. Selamat berkendara.

sumber : KapanLagi.com: Kalau Bukan Sekarang, Kapan Lagi?

Senin, 29 Juni 2015

[ Artikel ] Tips Berkendara Motor Saat Mudik Lebaran

Tips Berkendara Motor Jarak Jauh - Angka kecelakaan lalu lintas saat arus mudik maupun arus balik pada tahun-tahun sebelumnya sangat banyak. Namun nyatanya hal tersebut tidak membuat para pengendara sepeda motor jera. Demi berkumpul dengan keluarga besar saat lebaran, mereka memilih untuk mudik menggunakan motor meski harus bertaruh dengan nyawa. Alasan Ekonomis serta Hemat yang mendesak mereka mudik ke kampung halaman dengan menggunakan motor. Kecelakaan sepeda motor sebenarnya tidak hanya kerap terjadi saat arus mudik/ balik saja. Saat perjalanan jauh seperti touring juga sering terjadi kecelakaan. 
 
tips+berkendara+jarak+jauh
 
Hasil gambar untuk pengendara mudik
 
 
 
Penyebab terjadinya kecelakaan sepeda motor pada umumnya disebabkan tidak mampunya pengendara dalam menguasai kendaraanya. Mengendarai motor memiliki dampak kecelakaan lebih besar dibanding mengendarai mobil. Bahkan kematian akibat kecelakaan lalu lintas lebih banyak dialami oleh pengendara motor roda dua. Hal ini dikarenakan kecelakaan motor akan berdampak langsung pada si pengendara.
Hasil gambar untuk pengendara mudik
 
Berbeda dengan mobil karena terlindungi oleh body mobil itu sendiri, apalagi adanya fitur-fitur keselamatan seperti air bag. Ketika anda memilih untuk menggunakan motor untuk mudik pada tahun ini, tentu anda harus meningkatkan konsentrasi anda saat dalam perjalanan dan jangan lengah sedikitpun. Berikut kami sajikan tips berkendara motor jarak jauh agar tetap aman dan selamat sampai tujuan.
 
  1. Sebelum memulai perjalanan lakukan terlebih dahulu manajemen perjalanan. Tentukan rute yang ingin anda lalui, kalau bisa cari yang tidak padat kendaraan.
  2. Pastikan sepeda motor yang ingin anda gunakan benar-benar fit. Cek semua bagian kendaraan seperti lampu, klakson, ban, kondisi mesin, rantai dan yang tak kalah pentingnya adalah rem.
  3. Pakailah pakaian berkendara yang safety seperti helm full face, body protector bagian lutut dan siku, sepatu, dan jaket.
  4. Ini yang sering dilakukan oleh pengendara, membawa barang berlebih. Agar tetap aman bawalah barang bawaan yang sesuai dengan daya angkut motor. 
  5. Lakukan manajemen waktu. Agar badan tetap fit selama perjalanan, sebaiknya istirahat setiap 4 jam sekali. Beristirahalah kurang lebih selama 30 menit. Setelah badan sudah tidak pegal-pegal dan kembali fit anda bisa melanjutkan perajalanan anda.
Demikianlah tips yang bisa saya sampaikan saat berkendara motor jarak jauh agar tetap aman selama perjalanan serta selamat sampai tujuan. Namun kalau boleh menyarankan sih saat akan mudik lebih baik menggunakan angkutan umum seperti bus atau kereta karena tentu akan lebih aman. Hal akan menurunkan tingkat kecelakaan saat arus mudik balik yang begitu tinggi.
#berbagai sumber media

Senin, 18 Mei 2015

[ Artikel ] Tips Hilangkan Karat Pada Leher Knalpot Motor

Heibogor.com - Karat merupakan kotoran yang sering menempel pada besi dan sulit untuk dihilangkan. Karat bandel menempel pada leher disebabkan karena suhu pada bagian tersebut relatif lebih tinggi, apalagi terlalu sering kena air lalu kering sendiri, hal ini sangat cepat mengundang karat menempel pada leher knalpot sepeda motor Anda.

Oli Bekas
Oli bekas bisa menahan suhu yang terlalu panas dan juga bisa menjaga karat menempel pada knalpot. cara penggunaannya, cukup anda oleskan pada seluruh leher knalpot. hal ini dilakukan sesering mungkin agar leher knalpot sepeda motor anda tetap terjaga dari karat yang sangat bandel.

Pertamax Plus
Pertamax plus dapat bekerja dengan baik untuk menghilangkan noda bandel yang menyebabkan timbulnya karat, cara menggunakannya, campur pertamax plus dengan minyak solar dengan perbandingan 1:2.
Lalu, Anda bisa oleskan pada bercak-bercak hitam tersebut. Setelah itu, sikat secara perlahan degan memakai sikat gigi. setelah Anda lakukan hal ini leher knalpot Anda akan terlihat mengkilap seperti baru. dengan kendaraan yang terjaga dari kebersihan akan membuat pengendara merasa lebih agresif dan nyaman.

Stempet 
Siapkan stempet kemudian nyalahkan mesin sekitar 10 menit agar knalpot panas terlebih dahulu. Bila knalpot semakin panas, maka semakin bagus. Setelah itu, oleskan stempet ke bagian yang berkarat.
Nantinya knalpot akan mengeluarkan asap karena stempet yang sudah dioles menguap terkena panas. dengan menggunakan stempet ini maka karat bandel yang menempel pada leher knalpot akan menghilang dengan sendirinya.

Porstex 
Cara yang dilakukan untuk menghilangkan karat bandel dengan porstex adalah? pertama yang harus dilakukan adalah menuangkan porstex secukupnya ke dalam wadah. kemudian, oleskan hingga rata dengan kuas pada permukaan knalpot yang kotor atau berkarat. Setelah merata, siram dengan air hingga bersih kemudian lap sampai kering. catatan : “jangan sampai porstex menetes ke blok mesin karena bisa menimbulkan korosi pada cat blok mesin.


  • Source : oto86.com

Selasa, 27 Januari 2015

[ Artikel ] Bahaya Pakai Helm yang Jarang Dicuci

Padahal, jika tak dibersihkan, helm rentan menyebarkan penyakit bagi para penggunanya.
Seperti dilansir dari situs NATA, (Asosiasi Olahraga Nasional Amerika Serikat), lembab dan bau akibat endapan keringat di lapisan dalam helm bisa mengundang bakteri untuk bersarang. Jika itu sudah terjadi, bakteri dan jamur yang berkembang akan menyebabkan penyakit kulit.

Saking bahayanya bakteri dan jamur tadi, NATA bahkan menyarankan seluruh atlet mereka membersihkan helm, sarung tangan, padding, dan kaus kaki dari keringat. Kebetulan semua perlengkapan itu juga dipakai pengendara roda dua.

Sementara seperti dilansir Motoriders, beberapa penyakit yang akan timbul di antaranya ialah gatal-gatal di kulit kepala, munculnya ketombe, jerawat dan bisul, kurap, panu, dan penyakit kulit lainnya.
Maka itu, disarankan bagi para pengendara roda dua untuk selalu membersihkan helm di setiap ada kesempatan luang. Baik dibersihkan di laundry khusus helm, maupun membersihkannya sendiri.

Jika membersihkan sendiri, pastikan helm sering dijemur di bawah teriknya matahari. Sebab, sinar ultra violet matahari disebut mampu menetralisir bau keringat.
Agar makin nyaman, berikan sedikit wangi-wangian pada helm seperti kapur barus atau wangi alkohol. Namun, jangan terlalu banyak dan sering. Sebab, terlalu sering memberikan alkohol pada helm dapat mengkisutkan busa yang berefek sedikitnya peredam benturan pada kepala. (Sumber: NATA dan Motoriders)

Senin, 05 Januari 2015

[ Artikel ] Security Riding, Waspada Jambret Mengintai!

Kasus pejambretan menggunakan motor sering kali terjadi di jalan raya. Paling tragis belum lama terjadi awal bulan Desember 2014 yang menimpa seorang wanita di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Korban dijambret tasnya hingga tersungkur jatuh dengan kepala membentur aspal dan meninggal dunia.
Kejadian seperti itu membuat perasaan miris, dan bisa menimpa siapa saja bagi Anda yang pulang larut malam. Karena modus penjambretan sering terjadi malam hari di jalan yang minim pencahayaan dan jauh dari keramaian.
“Solusinya adalah meningkatkan kewaspadaan berkendara dan memakai peralatan riding gear yang benar, agar meminimalisir bahaya penjambretan. Karena pelaku melakukan jambret disaat kita lengah atau barang bawaan Anda mengundang perhatian pejambret,” ujar Bintarto Agung President Director Indonesia Defensive Driving Center di Jakarta.
Untuk pencegahan bisa Anda lakukan pada diri sendiri dengan cara sebagai berikut.
Bagasi Motor dan Trik Penyimpanan
“Bagi pengguna motor jenis matik atau bebek manfaatkan bagasi motor untuk simpan barang bawaan seperti tas atau barang yang dapat menarik perhatian pelaku kejahatan. Hindari menggendong atau selempangkan tas di lengan atau bahu yang mudah di jambret,” jelas Agus Sani, Instruktur Safety Riding PT Wahana Makmur Sejati.

Untuk Anda yang membawa tas ransel berukuran besar dan tidak cukup simpan di bagasi motor, letakan tas di dek motor lalu himpit menggunakan kedua kaki. Cara ini dapat menghindari perhatian ketika membawa barang bawaan. Sedangkan bagi pembonceng letakan tas di tengah antara pengendara.
Boks Motor
Untuk jenis motor sport atau batangan bisa gunakan boks motor yang terpasang di bagian belakang. Penggunaan peralatan ini cukup aman meletakan tas atau barang bawaan karena boks terkunci dan tidak menarik perhatian.

Rencanakan Perjalanan
“Pastikan kondisi kendaraan siap pakai, ketahui jalan rute atau jalur yang akan dilewati relatif aman dan kecil potensi risiko kejahatan. Hindari wilayah yang sepi dan rawan kejahatan, serta cara mengendarai kendaraan yang aman dan benar dengan selalu waspada terhadap kondisi lalu lintas,” imbuh Bintarto.

Perhatikan kondisi penerangan motor yang cukup, dan lewati jalan dengan penerangan yang maksimal. Serta lebih baik berkendara secara konvoi atau berbarengan bersama pengendara lain atau teman Anda.
Lengkapi Riding Gear
Selalu gunakan helm half face atau full face minimal standar SNI, serta gunakan helm yang benar dan kancingkan tali pengikat helm. “Selain itu, gunakan sarung tangan yang menutup semua jari. Serta pergunakan jaket yang pergelangan tangan rapat dan terkancing. Lalu gunakan celana panjang dan sepatu yang dapat menutup mata kaki, disarankan gunakan sepatu tanpa tali,” ujar Bintarto.

Respon Darurat
Bila ada hal yang mencurigkan dengan membuntuti motor Anda, pacu tunggangan lebih cepat dan berhenti di tempat keramaian atau pos polisi terdekat. “Bila tas Anda sudah dipegang jambret, pasrahkan saja dilepas jangan dipertahankan karena membahayakan keselamatan,” tambah Agus. • (motor.otomotifnet.com)

Senin, 22 Desember 2014

[ Artikel ] Cegah Tangan Kekar saat Berkendara

Pernahkah Brosis merasa kalau narik gas kuda pacu kesayangan malah bikin tangan pegel.  Grip gas berat banget nih! Kalau begini ceritanya kok kayak fitness di jalan raya. Bisa kekar nih tangan. :P
Belum lagi kalau ada acara gas nggak balik. Bahaya tuh kalau Honda kesayangan  nyelonong. Penyakit ini kadang suka muncul juga buat pengguna motor sport. Apalagi kalau bukan kabel kopling yang kerasa jadi makin keras.
Penyebabnya sudah ketahuan tuh Brosis. Pasti kabel-kabel motor Honda kesayangan udah lama enggak dilumasi. Akibatnya kotoran dan kerak berkumpul di bagian dalam selongsong kabel. Kalau sudah parah, bisa jadi karat. Akhirnya putus deh.
Sebenarnya cara untuk mengatasinya cukup mudah. Brosis cukup membuka selongsong kabel gas atau kopling. Biasanya baut selongsongnya ada di bawah setang. Kalau sudah terbuka, Brosis tinggal tuangkan saja pelumasnya.
Pastikan juga kalau pelumas yang Brosis pakai bukan pelumas bekas. Kalau bekas biasanya sudah mengandung kotoran yang bikin kondisi kabel makin buruk. Brosis juga bisa menggunakan cairan pembersih seperti WD-40 nih.
Setelah dilumasi dengan oli, sekarang Brosis bisa ke dapur nih. Bukan buat cari makanan, tapi ambil beberapa sendok minyak sayur. Gunanya buat membilas sisa-sisa oli yang ada di dalam selongsong kabel gas/kopling.
Kalau sudah selesai, jangan lupa untuk membersihkan sisa oli dan minyak yang ada di kabel gas atau kopling. Kalau tidak dibersihkan, malah mengikat kotoran dan bikin tampilan motor jadi enggak oke.
Mestinya sih kalau Brosis rutin melakukan hal ini di motor Honda kesayangan Brosis dijamin enggak bikin tangan jadi kekar nih tiap berkendara. Yuk dicoba sendiri di rumah. Enggak sulit kok Brosis!
- Sumber http://www.welovehonda.com

[ Artikel ] Waktu Yang Tepat Untuk Mengisi Bensin

Pengisian bahan Bakar minyak (BBM) merupakan salah satu kegiatan  yang acapkali disepelekan para pengendara. Kebanyakan dari mereka, menganggap jika mengisi ulang BBM dapat dilakukan kapanpun. Padahal tidak juga.
Pemilihan waktu untuk mengisi bensin bisa jadi berpengaruh terhadap kualitas dan kejernihan BBM yang dibeli.
Dilansir WeloveHonda, pagi hari atau larut tengah malam merupakan salah satu waktu terbaik untuk mengisi ulang bahan bakar. Sebab, waktu-waktu tersebut bisa jadi bahan bakar lebih jernih dari kotoran ketimbang waktu-waktu lain. Apa alasannya? Berikut beberapa tipsnya:

Isi bensin pagi atau tengah malam
Saat siang hari, suhu bumi mulai memanas, dan terjadi aliran konveksi pada simpanan deposit bensin di dalam tangkinya. Simpelnya, kotoran yang sudah mengendap di bawah pada pagi dan malam malah naik ke atas ketika siang hari.

Hindari isi bensin ketika pom bensin sedang dilakukan pengisian ulang
Aliran bensin yang sedang digelontorkan ke dalam tempat penyimpanan deposit secara tidak langsung membuang kotoran-kotoran yang telah mengendap sebelumnya di dasar tangki.

Keuntungan saat suhu rendah
Di waktu suhu dingin, densitas dari bensin berada pada posisi yang paling tinggi. Halini menunjukkan bahwa kondisi partikel bensin dalam kondisi yang paling rapat. Maka dalam takaran volume yang sama, pengendara dapat memperoleh volume bensin yang lebih banyak ketimbang saat suhu tinggi. Dua liter bensin saat suhu rendah lebih banyak daripada dua liter bensin yang dibeli ketika suhu tinggi.

Suhu terendah bumi 02.30 WIB
Pada saat siang hari, tanah sekitar tempat penyimpanan menyerap panas dan akan menyimpannya. Kondisi ini akan berangsur-angsur menghilang sampai sekira pukul 02.30 pagi. Maka itu, mengisi bensin pada jam-jam segini sangatlah tepat.

Senin, 15 Desember 2014

[ Artikel ] Tips Merawat Kaca Helm dan Jas Hujan

Cuaca akhir-akhir ini tidak menentu, dari panas terik bisa mendadak jadi hujan deras. Tentu sebagai pengguna kendaraan bermotor harus sudah menyiapkan perlengkapan berkendara untuk mengantisipasi cuaca seperti ini. Nah, untuk itu peralatan yang biasa digunakan ketika musim hujan, tentunya mesti ikut dirawat.
Fungsi dari perawatan bikin perlengkapan berumur panjang, selalu bersih, dan tentunya tetap aman dan nyaman saat digunakan kembali. Berikut ada beberapa tips, cara membersihkan part pendukung saat hujan seperti kaca helm dan jas hujan. Jangan sampai niat mau bersihin tapi malah memperpendek masa pakai.

Kaca Helm
Saat hujan, pandangan ke depan terbatas. Pasalnya air hujan yang turun bisa menghalangi pandangan dan bikin buyar. Apalagi kotoran yang nempel di kaca helm, dibiarkan  pasti semakin hari bikin kaca jadi kusam dan mata susah buat melihat ke depan.
Agar kaca helm terawat dan enggak kusam, mesti rajin-rajin dibersihkan. Terutama buat bro/sis yang doyan turing, pasti kaca helmnya selalu terdapat kotoran yang ditangkap oleh air yang mengendap di kaca. Buat membersihkan debu dan kotoran yang menempel, Juragan Helm yang terletak di Jl. Raya Panjang No. 16, Jakarta Barat punya jurus jitu.
"Lepas pengikat kaca di kiri-kanan yang biasanya diikat sekrup. Untuk yang fullface, lepas pengikat kaca sesuai pengunci masing-masing helm. Setelah itu bilas permukaan kaca dengan air keran. Tapi, jangan terlalu keras, karena kerikil kecil bisa menggerus permukaan," kata Agus Hermawan, owner Juragan Helm.
Lanjut siapkan sponge atau busa yang sudah diberi sabun cair. Lalu usapkan satu arah menghindari gesekan kerikil yang masih terdapat di permukaan kaca. Bila sudah, keringkan menggunakan kain halus atau tisu agar kembali clink alias bersih. Setelah bersih pasangkan kembali di helm.

Jas Hujan
Jas hujan sering dipakai tapi perawatannya sangat minim. Padahal bila dibiarkan atau setelah dipakai hanya digantung, kotoran yang menempel akan merusak elastisitas bahan. Bahkan bila kering akan mudah sobek.
Kebanyakan habis pakai langsung disimpan, pasti lama-lama akan timbul bau apek. Daripada jas hujan cepat rusak dan bau mending lakukan perawatan. Dan enggak susah kok. Tinggal cuci-bilas.
"Siapkan ember berisi air bersih, atau lebih bagus bilas terlebih dahulu di kucuran air keran. Ini agar kotoran dan pasir yang menempel terbilas air. Setelah kotoran terangkat, agar lebih bersih gunakan sabun cair untuk lebih membersihkan permukaan jas hujan," kata Condro, pemilik bengkel dan toko variasi KMS yang juga menyediakan jas hujan.
Saat menggunakan sabun untuk membersihkan, jangan dikucek karena akan merusak jas hujan. Untuk bahan yang parasit, biasanya di bagian dalam terdapat lapisan karet, kalau dikucek bisa rusak. Lebih baik diusap menggunakan tangan atau busa seperti mencuci motor. Bila dirasa bersih, lakukan pembilasan.
Waktu pengeringan, kibas-kibaskan agar air yang masih banyak di jas hujan terbuang. Lalu gantungkan sampai kering. Tapi, jangan di tempat terlalu panas, bisa merusak karet yang ada di rain coat.(hondacommunity.net)

Rabu, 19 November 2014

[ Artikel ] Trik Biar Nggak 'Ketipu' Saat Membeli Jas Hujan

Curah hujan yang semakin intensif dari hari ke hari merupakan salah satu penyebab utama banyaknya genangan dan banjir. Oleh karenanya kemacetan pun terjadi dimana-mana, bahkan angka yang menunjukkan kecelakaan dari fenomena ini cukup tinggi.
Disisi lain, banyak pengendara yang enggan menggunakan jas hujan dikarenakan berbagai alesan. Nah, disini bisa ditarik pelajaran matickers, bahwa kelengkapan berkendara dalam musim perlu diperhatikan.Nah, berikut beberapa cara memilih jas hujan yang pas, bagus, dan aman untuk digunakan sebagai kelengkapan di musim hujan...
1. Jangan Memilih Jas Hujan Ponco
Jas hujan model ini boleh jadi menjadi jas hujan yang paling banyak menyebabkan kecelakaan. Hal ini dikarenakan bentuknya yang lebar dan memanjang kebelakang sehingga tidak menutupi bagian tubuh dengan baik. Bagian belakangnya yang kerap menjuntai saat diterpa angin bisa menyebabkan terganggunya pandangan pengendara yang ada di belakang, bahkan tak jarang juga bagian tepi jas hujan tersangkut di setang pengendara lain ataupun tersangkut di jeruji dan gir ban belakang motor. Jas hujan ini menjadi sangat tidak direkomendasikan bro-sis, terlebih untuk yang cukup mobile dengan motor.
2. Cek Sambungan Jas Hujan
Hal kedua dalam memilih jas hujan adalah cermat dalam melihat sambungannya. Pilihlah sambungan yang menggunakan press, jangan yang dengan menggunakan jahitan. Karena pastinya akan membuat rongga, hingga air masuk. Lebih bagus apabila ada jahitan yang di press, serta memiliki lapisan dalam yang lentur.
3. Pilih yang Berbahan PVC (Poly Vinyl Chloride)
Jas hujan yang menggunakan bahan ini konon akan tetap kedap air meskipun disaat hujan lebat mengguyur bro-sis. Itu disebabkan bahan PVC memiliki pori-pori yang lebih rapat dan halus dibandingkan jas hujan yang berbahan parasut. Tapi ini bukan bahan PVC peralon ya..

4. Cek Bagian Celana Jas Hujan
Nah bro-sis, hampir bisa dipastikan setiap jas hujan rentan sobek pada bagian pangkal paha. Hal tersebut dikarenakan pangkal paha merupakan bagian yang paling banyak bergerak dibandingkan dengan bagian tubuh yang lain. Inilah faktor yang menjadi penyebab utama bagian pangkal paha pada jas hujan kerap sobek setelah beberapa kali pemakaian. Nah, sebelum membeli, ada baiknya bro-sis teliti terutama pada bagian ini.
5. Resleting Harus Kuat
Bagian ini juga rentan kerusakan bro-sis. Resleting merupakan bagian vital yang harus tetap terjaga daya kedapnya, karena letaknya di depan, serta langsung terkena terpaan air hujan. Memilih jas hujan dengan resleting yang bagus dan optimal merupakan harga mati bagi bro-sis yang kerap melakukan mobilitas dengan motor, terlebih saat musim hujan seperti ini.
6. Usahakan Memilih Warna Terang / Cerah
Ini juga cukup penting, tak bedanya dengan jaket motor, memilih jas hujan juga harus tepat pemilihan warnanya. Selain warna terang dan cerah yang dapat dilihat dalam berbagai situasi, jas hujan dengan warna-warna tersebut akan meminimalisir kecelakaan dari kendaraan lain, karena akan mudah terlihat.
Semoga artikel ini bermanfaat untuk all bladerz sekalian... 

Jumat, 29 Agustus 2014

[ Artikel ] Cara Mudah Merawat Motor Honda

Sudah tidak perlu ditanyakan lagi keunggulan motor bebek Honda. Kecanggihan teknologi yang diterapkan membuat Honda kerap merajai pasar motor bebek. Belum lagi inovasi yang diimplementasikan pada produk sepeda motornya, membuat Honda lovers merasa nyaman saat membesut didukung dengan mesin yang irit bahan bakar.
Namun dari itu semua yang namanya perawatan motor tidak boleh ditinggalkan. Perawatan motor bebek dengan motor matic itu sebenarnya tidak jauh berbeda. Namun pada beberapa titik, ada bagian-bagian motor yang harus diperiksa pada motor bebek. Berikut tips perawatan motor bebek Honda, agar selalu mendapatkan performa yang optimal;
Cek Kondisi Oli
Oli mesin sangat berperan untuk performa mesin karena berfungsi untuk melumasi komponen-komponen mesin, seperti piston, seher, ring seher, kruk as, dan lain-lain. Oleh karena itu jika keberadaan minyak pelumas yang sudah kehitam-hitaman atau tingkat kekentalan oli sudha berkurang, maka sebaiknya diganti.
Cek kondisi Aki
Jangan biarkan air accu melewati batas maksimum dan minimum yang berakibat bias mempercepat kerusakan pada sel-sel accu. Selain itu, baterei accu yang sudah lemah dapat merusak part lain.
Periksa Rantai dan Gir
Jangan biarkan rantai motor bebek kamu terlalu kendur atau terlalu kencang. Terlalu kendor bisa membuat rantai copot dari gir dan apabila terlalu kencang bisa mengakibatkan rantai putus. Pada tahap ini juga cek kondisi gir, apabila sudah tajam segera ganti karena dapat memutuskan rantai secara tiba-tiba.
Periksa Kabel Koil dan Busi
Keberadaan kabel koil yang menghubungkan arus listrik ke busi juga perlu diperhatikan. Jika sudah cukup umur dan terlihat ada retakan atau pengerasan pada kabel tersebut, maka sebaiknya diganti.
Selang Bensin
Komponen selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah selang bensin ke karburator. Cek apakah selang bensin motor bebek kesayangan masih lentur atau sudah mengeras. Cek juga apakah terjadi retakan pada titik-titik tertentu, karena bagian dalam selang bias jadi sudah tidak elastis dan menimbulkan serbuk kotor yang akan terbawa ke karburator yang akhirnya menghambat suplai bensin ke mesin.
Panaskan Mesin Paling Lama 5 Menit
Panaskan mesin ketika hendak memakainya. Tidak perlu lama-lama cukup 2-5 menit saja. Cara ini dilakukan untuk menaikan oli di dalam mesin untuk naik dan melumasi bagian dalam mesin yang bergerak.
Periksa Tekanan Angin Ban
Jangan terlalu keras dan jangan kurang juga, karena dapat berakibat kembangan ban rusak.
Sumber by:  http://www.welovehonda.com/
Semoga bermanfaat untuk all bladerz sekalian
Salam Dwi BBC.055