Tampilkan postingan dengan label hujan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hujan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Februari 2015

[ Artikel ] Diguyur Hujan Seharian, Katulampa Siaga 4

Heibogor.com - Hujan deras yang mengguyur secara merata di kawasan hulu yakni di Puncak, Kabupaten Bogor hingga di kawasan hilir di Kota Bogor sejak pukul 05.10 WIB, Senin (09/02/15) ketinggian air di Bendung Katulampa terpantau masih normal.

Petugas jaga Bendung Katulampa Andi Sudirman menjelaskan diperkirakan akan naik jika hujan terus mengguyur hingga malam hari tinggi muka air saat ini sejak pukul 10.05 WIB, masih di ketinggian 40 cm atau dalam status normal dari yang sebelumnya hanya 10 cm.

Andi memprediksi, jika hujan terus mengguyur wilayah hulu maka dipastikan tinggi muka air di Bendung Katulampa akan naik, minimal berada di level 90 sentimeter.
”Hujan deras mengakibatkan debit air di bendungan Katulampa mulai naik. Normalnya, di musim kemarau debit air 10 cm. Tapi, akibat hujan deras di Puncak Bogor sampai saat ini debit air jadi meningkat di atas 40 cm. Prediksi saya, jika hujan terus maka debit air akan meningkat menjadi 90 cm,” ujar Andi saat dihubungiheibogor.com.

Ia menyebutkan, status siaga empat ini diberlakukan jika debit atau tinggi muka air berada di kisaran antara 50 sampai 90 sentimeter. Sedangkan untuk status siaga tiga debit air berada di level 90 sampai 149 sentimeter.
Sementara, jika tinggi muka air berada di antara 150 hingga 200 sentimeter, sudah masuk di kategori siaga dua. Jika tinggi muka air sudah di atas 200 sentimeter, maka sudah masuk level status siaga satu.

Minggu, 18 Januari 2015

[ Artikel ] Hujan Diprediksi Guyur Bogor Seharian

Heibogor.com - Hujan merata di seluruh wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi diprediksi akan turun pada pagi hari ini, Senin (19/01/15). 

Hujan akan mengguyur dengan intensitas ringan hingga sedang.  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui laman resminya di www.bmkg.go.id memprediksi hujan dengan intensitas ringan akan terjadi pada pagi ini di wilayah Bogor Selatan, Barat dan Timur. 

Hujan merata di seluruh tempat di Jabodetabek akan berangsur reda, khususnya pada siang hari, sedangkan di daerah lainnya diprediksi masih akan turun hujan ringan.  
Di malam hari, hujan akan kembali turun hampir di semua tempat. BMKG mengimbau warga Bogor untuk mewaspadai puncak musim hujan pada awal tahun. ”Puncak musim hujan akan datang pada pekan ketiga Januari hingga pekan kedua Februari,” kata Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Dramaga, Dedi Sucahyono.  
Menurutnya, istilah puncak musim hujan merujuk pada intensitas hujan yang mulai sering dan akumulasi frekuensi hujan dalam sebulan yang lebih besar dibanding bulan sebelumnya. Bila saat itu tiba, kata dia, hujan akan turun selama tiga-empat hari berturut-turut. Lantas, hujan akan reda untuk sementara waktu dan akan kembali turun. 
”Intensitas curah hujan akan mencapai 200 milimeter atau setara dengan 200 liter per meter persegi,” katanya. - 


Sumber : heibogor.com

Rabu, 10 Desember 2014

[ Artikel ] Bahaya nya Bertelanjang Kaki Dalam Berkendara Saat Hujan


Ketika hujan turun, tidak sedikit pengendara yang melepas sepatu dan menggantinya dengan sendal atau tidak mengunakan alas kaki sama sekali. Alasannya simpel, supaya sepatu tetap bersih dan kering. Nah cara seperti ini sebaiknya jangan dilakukan lagi. Terlebih berkendara tanpa menggunakan sepatu jelas jauh dari segi aman.
Masih berkaitan dengan kondisi hujan, umumnya permukaan jalan bakal terdapat beberapa genangan air, bisa dipastikan banyak juga sumber penyakit yang siap menyerang. Salah satunya leptosirosis atau kencing tikus.
Seperti yang diungkapkan seorang Dokter. "Leptospirosis terutama terjadi pada saat musim hujan dan banjir," jelas dr. Farida dari klinik Group Meruya di Jl. Meruya Selatan, Jakarta Barat.
Penularan utama melalui tikus ketika banjir. Pada kondisi ini, banyaknya genangan air dan timbunan sampah menyebabkan bakteri leptospira mudah berkembang biak. "Air kencing tikus yang terbawa arus masuk ke tubuh manusia melalui permukaan kulit yang terluka," tambahnya.
Gejala awal terkontaminasi bakteri leptospirosis adalah demam, sakit kepala parah, nyeri otot, muntah dan mata merah. Bahkan ada yang tidak mengalami semua gejala itu. Banyak yang mengira panas badan karena perubahan cuaca atau kecapaian. Sehingga banyak yang menyepelekan gejala yang disebutkan tadi.
"Mirip deman biasa. Tapi kalau sampai tiga hari tidak ada perubahan, baiknya segera periksakan ke dokter," tutup dr. Farida.
Sebab kalau penanganan terlambat bisa mengakibatkan kematian. Untuk itu disarankan ketika melibas genangan air atau banjir selalu dan tetap menggunakan sepatu atau booth. Untuk mengurangi kemungkinan masuknya bakteri melalui kulit yang terluka. Setelah sampai lokasi tujuan atau rumah, segera cuci bagian tubuh yang terkena air banjir dengan sabun yang mengandung desinfectan. (hondacommunity.net)
sumber: motor.otomotifnet.com

Jumat, 28 November 2014

[ Artikel ] Rawan nya Pohon Tumbang Saat Hujan

Heibogor.com - Berdasarkan catatan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bogor, terdapat 212 pohon yang sudah masuk kategori rawan tumbang. Sehingga, harus segera dilakukan penebangan atau pemangkasan.

Seperti disebutkan Kepala DKP Kota Bogor, Irwan Riyanto, Jumat (28/11/14), dari jumlah tersebut bahkan seratus pohon lainnya masuk kategori yang mesti ditebang lantaran kondisinya yang sudah rapuh.


”Untuk pohon yang harus ditebang ini ada sebanyak seratus pohon, dan itu tersebar di seluruh wilayah Kota Bogor. Saat ini memang kita kekurangan petugas di bidang penebangan pohon itu, dan dalam satu hari DKP hanya mampu menebang satu pohon saja,” ungkap Irwan.

Ratusan pohon-pohon ini, katanya, tersebar di lima wilayah kecamatan. Untuk Kecamatan Bogor Tengah, pohon-pohon yang rawan ini ada di Jalan Sudirman, Tentara Pelajar, Ciwaringin, dan Jalan Juanda.
Sementara, untuk wilayah Kecamatan Tanah Sareal tersebar di Jalan Ahmad Yani, Dadali, Pemuda, Sholeh Iskandar, dan Jalan Kesehatan.

Sedangkan untuk wilayah Kecamatan Bogor Barat tersebar di Jalan Semeru dan sekitar kawasan Cifor. Untuk wilayah Kecamatan Bogor Selatan menyebar di Jalan Pahlawan, Sukasari, Batutulis, Lawang Gintung, dan Jalan Raya Tajur.
”Kita memang terus melakukan penebangan maupun pemangkasan pohon sesuai data-data yang sudah dimiliki DKP. Selain itu, kita juga harus melayani permintaan warga yang meminta adanya pemangkasan maupun penebangan pohon,” paparnya.

Dengan jumlah personel yang ada saat ini, terang Irwan, pihaknya memang kesulitan. ”Namun, kami akan terus berusaha agar pohon-pohon yang masuk ke dalam daftar harus ditebang dan dipangkas bisa segera dieksekusi,” tandasnya.

Ke depannya, lanjut Irwan, DKP memang berencana akan menambah petugas khusus untuk melakukan penebangan pohon dan menambah petugas dengan sistem outsourcing.
”Nantinya, kami akan menandai pohon-pohon yang rawan untuk program eksekusi penebangan dan pemangkasan. Untuk pohon yang akan ditebang nantinya akan diberi warna merah, dan putih untuk pohon yang akan dipangkas,” bebernya.

sumber : heibogor.com

Rabu, 19 November 2014

[ Artikel ] Trik Biar Nggak 'Ketipu' Saat Membeli Jas Hujan

Curah hujan yang semakin intensif dari hari ke hari merupakan salah satu penyebab utama banyaknya genangan dan banjir. Oleh karenanya kemacetan pun terjadi dimana-mana, bahkan angka yang menunjukkan kecelakaan dari fenomena ini cukup tinggi.
Disisi lain, banyak pengendara yang enggan menggunakan jas hujan dikarenakan berbagai alesan. Nah, disini bisa ditarik pelajaran matickers, bahwa kelengkapan berkendara dalam musim perlu diperhatikan.Nah, berikut beberapa cara memilih jas hujan yang pas, bagus, dan aman untuk digunakan sebagai kelengkapan di musim hujan...
1. Jangan Memilih Jas Hujan Ponco
Jas hujan model ini boleh jadi menjadi jas hujan yang paling banyak menyebabkan kecelakaan. Hal ini dikarenakan bentuknya yang lebar dan memanjang kebelakang sehingga tidak menutupi bagian tubuh dengan baik. Bagian belakangnya yang kerap menjuntai saat diterpa angin bisa menyebabkan terganggunya pandangan pengendara yang ada di belakang, bahkan tak jarang juga bagian tepi jas hujan tersangkut di setang pengendara lain ataupun tersangkut di jeruji dan gir ban belakang motor. Jas hujan ini menjadi sangat tidak direkomendasikan bro-sis, terlebih untuk yang cukup mobile dengan motor.
2. Cek Sambungan Jas Hujan
Hal kedua dalam memilih jas hujan adalah cermat dalam melihat sambungannya. Pilihlah sambungan yang menggunakan press, jangan yang dengan menggunakan jahitan. Karena pastinya akan membuat rongga, hingga air masuk. Lebih bagus apabila ada jahitan yang di press, serta memiliki lapisan dalam yang lentur.
3. Pilih yang Berbahan PVC (Poly Vinyl Chloride)
Jas hujan yang menggunakan bahan ini konon akan tetap kedap air meskipun disaat hujan lebat mengguyur bro-sis. Itu disebabkan bahan PVC memiliki pori-pori yang lebih rapat dan halus dibandingkan jas hujan yang berbahan parasut. Tapi ini bukan bahan PVC peralon ya..

4. Cek Bagian Celana Jas Hujan
Nah bro-sis, hampir bisa dipastikan setiap jas hujan rentan sobek pada bagian pangkal paha. Hal tersebut dikarenakan pangkal paha merupakan bagian yang paling banyak bergerak dibandingkan dengan bagian tubuh yang lain. Inilah faktor yang menjadi penyebab utama bagian pangkal paha pada jas hujan kerap sobek setelah beberapa kali pemakaian. Nah, sebelum membeli, ada baiknya bro-sis teliti terutama pada bagian ini.
5. Resleting Harus Kuat
Bagian ini juga rentan kerusakan bro-sis. Resleting merupakan bagian vital yang harus tetap terjaga daya kedapnya, karena letaknya di depan, serta langsung terkena terpaan air hujan. Memilih jas hujan dengan resleting yang bagus dan optimal merupakan harga mati bagi bro-sis yang kerap melakukan mobilitas dengan motor, terlebih saat musim hujan seperti ini.
6. Usahakan Memilih Warna Terang / Cerah
Ini juga cukup penting, tak bedanya dengan jaket motor, memilih jas hujan juga harus tepat pemilihan warnanya. Selain warna terang dan cerah yang dapat dilihat dalam berbagai situasi, jas hujan dengan warna-warna tersebut akan meminimalisir kecelakaan dari kendaraan lain, karena akan mudah terlihat.
Semoga artikel ini bermanfaat untuk all bladerz sekalian...