Tampilkan postingan dengan label berkendara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berkendara. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Maret 2015

[ Artikel ] Indonesia Belum Sadar Ancaman Bersepeda Motor Jika Tidak Mementingkan Keselamatan


Jakarta, KompasOtomotif - Mengendarai sepeda motor tanpa helm, belok tidak menyalakan sein, memutar di tengah jalan, melawan arah, bermain ponsel sambil jalan, atau memacu kendaraan hingga kecepatan tinggi di jalan raya, merupakan "budaya" yang dianggap biasa oleh biker di Indonesia. Padahal, perilaku-perilaku tidak bertanggung jawab ini merupakan pemicu maut di jalan. Lebih parahnya lagi, mayoritas dari biker tidak menyadari hal tersebut.
Pada 2010, lebih dari 285.000 orang meninggal dunia dalam kecelakaan di seluruh dunia. Di Indonesia, hampir 11.000 pengendara sepeda motor kecelakaan dan kehilangan nyawa. Jumlah ini setara dengan sepertiga dari seluruh pengendara sepeda motor. 
Angka ini relatif sangat tinggi dan merupakan masalah yang harus diselesaikan. Baru-baru ini, Bosch di Indonesia juga melakukan riset mengenai keselamatan berkendara sepeda motor, dengan menargetkan pengendara sepeda motor sebagai responden. 

Salah satu hasil riset yang menarik adalah, walaupun angka kematian akibat kecelakaan sangat tinggi, hanya satu persen dari responden yang merasa tidak aman selama berkendara. “Hasil ini menunjukkan bahwa masyarakat kurang memahami bahaya mengendarai sepeda motor di Indonesia," beber Nazari Mohd Jemadi, Senior Manager Sales of Original Equipment Bosch Indonesia, dalam keterangan resminya, Senin (23/3/2015), petang.
Nazari menjelaskan, angka ini menambahkan sederetan alasan lain mengapa sepeda motor harus didesain agar lebih aman daripada sebelumnya. "Di Bosch, kami memiliki tim Penelitian dan Pengembangan yang bekerja untuk meningkatkan keamanan produk-produk kami,” tukas Nazari.

ABS
Bosch melihat adanya kesempatan untuk mengurangi jumlah kecelakaan di Indonesia melalui penggunaan Anti-lock Braking System (ABS) untuk sepeda motor. Dari hasil analisa berbagai kecelakaan, Bosch percaya bahwa ABS dapat menurunkan 25 persen dari seluruh kecelakaan sepeda motor yang serius dan fatal. 
“Bila terjadi pengereman mendadak atau pada permukaan yang licin, ABS akan tetap menjaga sepeda motor tetap stabil dan mengurangi jarak pengereman. Sepeda motor akan berhenti dengan cara yang jauh lebih aman,” ungkap Nazari.

Minggu, 04 Januari 2015

[ Agenda ] Launching Slogan Keselamatan No. 1

Rabu, 31 Desember 2014 tepat hari terakhir di tahun 2014 bertempat di Pos Polisi Toll BORR jalan KS Tubun - Bogor, Polresta Bogor mengadakan acara Launching Slogan Aksi Keselamatan 2015 "Menuju Indonesia Tertib Bersatu Keselamatan No. 1"
Semoga dengan slogan baru di tahun 2015 ini dapat mensusgesti seluruh masyarakat untuk mengutamakan keselamatan dan ketertiban di jalan raya. Sehingga dapat terus menjadikan keselamatan sebagai prioritas No.1 di jalan raya.

Foto Bersama Jajaran Kepolisian Polresta Bogor dan Beberapa Perwakilan Para Bikers yang Hadir
Bro Irdan BBC R.059 dan Pak Mansyur dari Polresta Bogor sekaligus pembina dari Pulsarian Ranger Area Bogor
Semoga lancar selalu kegiatan dari Pihak Kepolisian dalam mensosialisasikan Keselamatan Berlalulintas. dan kami Bladerz Kujang BBC akan terus dan selalu mensupport untuk semua kegiatan dari Pihak Kepolisian. 

Senin, 22 Desember 2014

[ Artikel ] Cegah Tangan Kekar saat Berkendara

Pernahkah Brosis merasa kalau narik gas kuda pacu kesayangan malah bikin tangan pegel.  Grip gas berat banget nih! Kalau begini ceritanya kok kayak fitness di jalan raya. Bisa kekar nih tangan. :P
Belum lagi kalau ada acara gas nggak balik. Bahaya tuh kalau Honda kesayangan  nyelonong. Penyakit ini kadang suka muncul juga buat pengguna motor sport. Apalagi kalau bukan kabel kopling yang kerasa jadi makin keras.
Penyebabnya sudah ketahuan tuh Brosis. Pasti kabel-kabel motor Honda kesayangan udah lama enggak dilumasi. Akibatnya kotoran dan kerak berkumpul di bagian dalam selongsong kabel. Kalau sudah parah, bisa jadi karat. Akhirnya putus deh.
Sebenarnya cara untuk mengatasinya cukup mudah. Brosis cukup membuka selongsong kabel gas atau kopling. Biasanya baut selongsongnya ada di bawah setang. Kalau sudah terbuka, Brosis tinggal tuangkan saja pelumasnya.
Pastikan juga kalau pelumas yang Brosis pakai bukan pelumas bekas. Kalau bekas biasanya sudah mengandung kotoran yang bikin kondisi kabel makin buruk. Brosis juga bisa menggunakan cairan pembersih seperti WD-40 nih.
Setelah dilumasi dengan oli, sekarang Brosis bisa ke dapur nih. Bukan buat cari makanan, tapi ambil beberapa sendok minyak sayur. Gunanya buat membilas sisa-sisa oli yang ada di dalam selongsong kabel gas/kopling.
Kalau sudah selesai, jangan lupa untuk membersihkan sisa oli dan minyak yang ada di kabel gas atau kopling. Kalau tidak dibersihkan, malah mengikat kotoran dan bikin tampilan motor jadi enggak oke.
Mestinya sih kalau Brosis rutin melakukan hal ini di motor Honda kesayangan Brosis dijamin enggak bikin tangan jadi kekar nih tiap berkendara. Yuk dicoba sendiri di rumah. Enggak sulit kok Brosis!
- Sumber http://www.welovehonda.com

Rabu, 10 Desember 2014

[ Artikel ] Bahaya nya Bertelanjang Kaki Dalam Berkendara Saat Hujan


Ketika hujan turun, tidak sedikit pengendara yang melepas sepatu dan menggantinya dengan sendal atau tidak mengunakan alas kaki sama sekali. Alasannya simpel, supaya sepatu tetap bersih dan kering. Nah cara seperti ini sebaiknya jangan dilakukan lagi. Terlebih berkendara tanpa menggunakan sepatu jelas jauh dari segi aman.
Masih berkaitan dengan kondisi hujan, umumnya permukaan jalan bakal terdapat beberapa genangan air, bisa dipastikan banyak juga sumber penyakit yang siap menyerang. Salah satunya leptosirosis atau kencing tikus.
Seperti yang diungkapkan seorang Dokter. "Leptospirosis terutama terjadi pada saat musim hujan dan banjir," jelas dr. Farida dari klinik Group Meruya di Jl. Meruya Selatan, Jakarta Barat.
Penularan utama melalui tikus ketika banjir. Pada kondisi ini, banyaknya genangan air dan timbunan sampah menyebabkan bakteri leptospira mudah berkembang biak. "Air kencing tikus yang terbawa arus masuk ke tubuh manusia melalui permukaan kulit yang terluka," tambahnya.
Gejala awal terkontaminasi bakteri leptospirosis adalah demam, sakit kepala parah, nyeri otot, muntah dan mata merah. Bahkan ada yang tidak mengalami semua gejala itu. Banyak yang mengira panas badan karena perubahan cuaca atau kecapaian. Sehingga banyak yang menyepelekan gejala yang disebutkan tadi.
"Mirip deman biasa. Tapi kalau sampai tiga hari tidak ada perubahan, baiknya segera periksakan ke dokter," tutup dr. Farida.
Sebab kalau penanganan terlambat bisa mengakibatkan kematian. Untuk itu disarankan ketika melibas genangan air atau banjir selalu dan tetap menggunakan sepatu atau booth. Untuk mengurangi kemungkinan masuknya bakteri melalui kulit yang terluka. Setelah sampai lokasi tujuan atau rumah, segera cuci bagian tubuh yang terkena air banjir dengan sabun yang mengandung desinfectan. (hondacommunity.net)
sumber: motor.otomotifnet.com

Minggu, 07 Desember 2014

[ Artikel ] Jangan Gunakan Earphone Saat Berkendara

Heibogor.com – Traffic Management Center (TMC) Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya dalam jejaring sosial Twitter menghimbau kepada masyarakat supaya tidak menggunakan earphone saat mengendarai sepeda motor. Hal ini karena kecelakaan yang sering terjadi akibat pengendara mendengarkan musik di jalan. 
Telinga yang tertutup earphone dapat mengganggu konsentrasi pengendara, sehingga rawan kecelakaan. 
Anda tidak dapat mendengar dengan jelas klakson dari arah kiri, kanan atau belakang. 

Sebagian pengendara mengaku mendengarkan musik untuk mengusir kantuk saat berkendara. Tetapi, anda sering lupa bahwa keselamatan sangat penting.

Bila mengantuk, sebaiknya anda beristirahat sejenak, cuci muka atau melakukan hal lain tanpa harus mempertaruhkan nyawa anda. Bukan hanya itu, menggunakan earphone juga mengganggu pengendara lainnya. - 

See more at: http://heibogor.com/detail/6778-Berbahaya-Saat-Berkendara-Biker-Jangan-Gunakan-Earphone#sthash.MEjok2it.dpuf

Rabu, 19 November 2014

[ Artikel ] Trik Biar Nggak 'Ketipu' Saat Membeli Jas Hujan

Curah hujan yang semakin intensif dari hari ke hari merupakan salah satu penyebab utama banyaknya genangan dan banjir. Oleh karenanya kemacetan pun terjadi dimana-mana, bahkan angka yang menunjukkan kecelakaan dari fenomena ini cukup tinggi.
Disisi lain, banyak pengendara yang enggan menggunakan jas hujan dikarenakan berbagai alesan. Nah, disini bisa ditarik pelajaran matickers, bahwa kelengkapan berkendara dalam musim perlu diperhatikan.Nah, berikut beberapa cara memilih jas hujan yang pas, bagus, dan aman untuk digunakan sebagai kelengkapan di musim hujan...
1. Jangan Memilih Jas Hujan Ponco
Jas hujan model ini boleh jadi menjadi jas hujan yang paling banyak menyebabkan kecelakaan. Hal ini dikarenakan bentuknya yang lebar dan memanjang kebelakang sehingga tidak menutupi bagian tubuh dengan baik. Bagian belakangnya yang kerap menjuntai saat diterpa angin bisa menyebabkan terganggunya pandangan pengendara yang ada di belakang, bahkan tak jarang juga bagian tepi jas hujan tersangkut di setang pengendara lain ataupun tersangkut di jeruji dan gir ban belakang motor. Jas hujan ini menjadi sangat tidak direkomendasikan bro-sis, terlebih untuk yang cukup mobile dengan motor.
2. Cek Sambungan Jas Hujan
Hal kedua dalam memilih jas hujan adalah cermat dalam melihat sambungannya. Pilihlah sambungan yang menggunakan press, jangan yang dengan menggunakan jahitan. Karena pastinya akan membuat rongga, hingga air masuk. Lebih bagus apabila ada jahitan yang di press, serta memiliki lapisan dalam yang lentur.
3. Pilih yang Berbahan PVC (Poly Vinyl Chloride)
Jas hujan yang menggunakan bahan ini konon akan tetap kedap air meskipun disaat hujan lebat mengguyur bro-sis. Itu disebabkan bahan PVC memiliki pori-pori yang lebih rapat dan halus dibandingkan jas hujan yang berbahan parasut. Tapi ini bukan bahan PVC peralon ya..

4. Cek Bagian Celana Jas Hujan
Nah bro-sis, hampir bisa dipastikan setiap jas hujan rentan sobek pada bagian pangkal paha. Hal tersebut dikarenakan pangkal paha merupakan bagian yang paling banyak bergerak dibandingkan dengan bagian tubuh yang lain. Inilah faktor yang menjadi penyebab utama bagian pangkal paha pada jas hujan kerap sobek setelah beberapa kali pemakaian. Nah, sebelum membeli, ada baiknya bro-sis teliti terutama pada bagian ini.
5. Resleting Harus Kuat
Bagian ini juga rentan kerusakan bro-sis. Resleting merupakan bagian vital yang harus tetap terjaga daya kedapnya, karena letaknya di depan, serta langsung terkena terpaan air hujan. Memilih jas hujan dengan resleting yang bagus dan optimal merupakan harga mati bagi bro-sis yang kerap melakukan mobilitas dengan motor, terlebih saat musim hujan seperti ini.
6. Usahakan Memilih Warna Terang / Cerah
Ini juga cukup penting, tak bedanya dengan jaket motor, memilih jas hujan juga harus tepat pemilihan warnanya. Selain warna terang dan cerah yang dapat dilihat dalam berbagai situasi, jas hujan dengan warna-warna tersebut akan meminimalisir kecelakaan dari kendaraan lain, karena akan mudah terlihat.
Semoga artikel ini bermanfaat untuk all bladerz sekalian... 

Selasa, 11 November 2014

[ Event ] Safety Riding Campaign

Acara Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas yang di selenggarakan oleh Polres Kota Bogor di Gor Pajajaran pada Sabtu, 08 November 2014. mengundang bikers se-Kota Bogor dan murid murid dari beberapa Sekolah Menengah Atas di Kota Bogor. Acara ini juga di hadiri oleh Walikota Bogor dan pembicara dan pelatih dari Dir Lantas Polda Jabar... 
acara ini juga di isi dengan pembahasan tentang safety riding dan pengetahun tentang kelengkapan berkendara yang aman, serta praktek dasar / simulasi berkendara yang baik dan aman,,, 
semoga acara ini dapat bermanfaat bagi semua peserta yang hadir... 
semangt terus untuk pihak kepolisian dalam mengampanyekan keselamatan berlalu lintas bagi semua masyarakat... 
dan untuk kita semua semoga dapat tetap taat dan patuh pada peraturan lalu lintas, serta dapat membantu pihak kepolisian dalam mengampanyekan KESELAMATAN BERLALU LINTAS sehingga menjadikan KESELAMATAN SEBAGAI KEBUTUHAN..

Ucapan Terima Kasih dari Kepolisian Resor Bogor Kota untuk Bogor Blade Community ( BBC ) atas kehadiran dan partisipasi di acara Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas se Jawa Barat tanggal 22 Oktober 2014 di Bandung.
" Ayoo Tertib Berlalu Lintas agar jalan raya menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk semua pengguna jalan "

Kamis, 06 November 2014

[ Event ] Kampanye Keselamatan Berlalu lintas By Polda Jawa Barat

Selasa, 28 Oktober 2014 bertempat di Bandung - Jawa Barat kepolisian dari Polda Jawa Barat menyelenggarakan acara Kampanye Keselamatan Berkendara. Dalam acara tersebut kepolisian mengundang seluruh lapisan pengguna kendaraan bermotor, mulai dari masyarakat, bikers dan juga tukang ojek. Dalam kesempatan ini beberapa perwakilan dari club atau komunitas di Bogor di undang oleh Polres Kota Bogor untuk ikut serta dalam menghadiri acara tersebut. Bogor Blade Comunity mengirimkan 5 orang perwakilan untuk menghadiri acara tersebut : Bro April 011, Bro Adit 031, Bro Ali 042, Bro Awal 045 dan Bro Indra 048.
Bagi kami acara tersebut sangat bermanfaat, sebagai bentuk besar pihak kepolisian dalam kepedulian keselamatan pengendara kendaraan bermotor untuk berbagai lapisan masyarakat. sebagai salah satu pelopor keselamatan berkendara, kami Bogor Blade Community sangat mendukung penuh dan berusaha untuk turut berpartisipasi dalam kampanye keselamatan berkendara untuk meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya, terutama kecelakaan yang sering di alami oleh pengendara kendaraan roda dua.
Semoga dengan di selenggarakan nya kampanye keselamatan berkendara akan semakin lebih menyadarkan kita semua bahwa keselamatan dalam berkendara merupakan sebuah kebutuhan yang amat sangat mutlak bagi kita selaku pengendaran kendaraan bermotor. mari terus kampanyekan keselamatan berkendara bagi orang orang sekitar kita.

Salam Hangat dan Jabat Erat
Redaksi055